Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta Terjadi Lagi

Rabu, 07 Juli 2010, 05:28 WIB
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kasus pelecehan seksual di dalam bus Transjakarta kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang wanita bernama Dina Novita, 33 tahun, yang naik dari terminal Grogol.

Asisten Manajer Divisi Pengawasan TransJakarta, Bano Yogaswara, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin malam (5/7) sekitar pukul 21.45 WIB di koridor I dari Kota ke Blok M. "Pelaku meraba bagian dada korban," ujar Bano, ketika dihubungi wartawan, Selasa (6/7).

Padahal, lanjut Bano, jumlah penumpang bus Tranjakarta saat itu tidak terlalu banyak. Seluruh penumpang mendapat tempat duduk. "Ketika melintas di halte Tosari, korban yang tengah duduk, tiba-tiba diraba-raba oleh penumpang ada di sebelahnya, " kata Bano.

Korban kemudian menampar pria yang diketahui bernama Pitoyo (51 tahun) itu. "Korban dan pelaku bersama dengan petugas kami turun dari bus di halte Dukuh Atas dan segera pergi ke Polres Jakarta Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut, " ujar Bano.

Pada awal Juni, seorang wanita juga mengalami pelecehan seksual dari seorang pria ketika dia tengah mengantre tiket. Sejak itu, calon penumpang bus TransJakarta dipisah antara laki-laki dan perempuan. Banyak yang mengkritik kebijakan tersebut, karena dinilai tidak efektif, namun beberapa penumpang, terutama perempuan mendukung kebijakan tersebut karena mereka merasa lebih nyaman.

Manajer Divisi Penawasan BLU Transjakarta, Gunardjo, mengatakan kebijakan pemisahan penumpang tersebut akan dievaluasi. "Tujuan utama kami tidak hanya untuk pencegahan pelecehan tapi kami ingin penumpang lebih tertib, "katanya.

Gunardjo menambahkan, hasil evaluasi sementara terdapat 21 halte yang tidak dapat menerapkan pemisahan tersebut karena alasan tertentu, seperti halte yang terlalu kecil. Halte tersebut, antara lain Masjid Agung, Senen, Tosari, Glodok, Juanda, dan Pasar Baru.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Muhammad Fakhruddin
Dari Rasulullah saw., (Aisyah memberitahu) tentang tamattu yang dilakukan Rasulullah saw., menunggu waktu haji setelah tahallul dari ihram umrah dan para sahabat juga melakukan haji tamattu bersama beliau.(HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...