KPAI Desak Pemkot Bogor Tutup Yayasan Permata Hati

Senin, 05 Juli 2010 01:29 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuntut penutupan Yayasan Permata Hati di Kota Bogor. Hal itu terkait dengan dugaan kasus adopsi ilegal dan penjualan anak yang dilakukan oleh pengelola yayasan. Demikian disampaikan oleh Ketua KPAI, Hadi Supeno di Jakarta, Ahad (4/7).

Pihaknya menengarai, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pihak yayasan. Antara lain, Permata Hati sebagai yayasan yang teregistrasi di dinas sosial setempat. Hal itu semakin menunjukkan tidak adanya niat baik dari pihak yayasan dalam menangani anak-anak terlantar di Kota Bogor.

Sementara itu, mengenai proses hukum, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. "Untuk proses hukum kita serahkan ke polisi untuk mengusut lebih lanjut," paparnya.

Pihaknya menengarai terdapat dua pasal yang dapat dikenakan kepada pengelola yayasan. "Apakah pasal penelantaran ataukah pasal traficking ataukah keduanya," bebernya. Namun pihaknya mengindikasikan pengelola yayasan melanggar kedua pasal tersebut.

Sementara itu, mengenai nasib tiga balita yang ditemukan di Yayasan Permata Hati, Hadi mengakui Kementerian Sosial sudah melakukan tugasnya. "Direktur Perlindungan Sosial Anak, Harry Hikmat memberikan jaminan pada saya akan membawa anak tersebut ke lembaga yang semestinya," pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, KPAI bersama kepolisian dan Dinas Sosial Kota Bogor menggerebek bangunan milik Yayasan Permata Hati. Di tempat tersebut, diduga terjadi praktek adopsi ilegal dan penjualan anak. Di tempat itu ditemukan 17 anak dan dua ibu hamil. Di antaranya juga terdapat tiga balita yang kini dirawat di RPSA Bambu Apus.

Redaktur: taufik rachman
Reporter: C13


669 reads

DINI, Rabu, 15 September 2010, 01:01

Apakah KPAI tdk klarifikasi dulu dgn Panti setelah mdpt pengaduan Dyah? Kalau iya, kok banyak statement KPAI yg bertentangan dgn bukti2 Panti?coba lihat detail di saveorphan.dagdiddug.com atau www.permatahatibogor.wordpress.com Buat apa Panti exposs data anak secara transparant kalau memang u/ dijual u/ exploitasi?

Balas
azriel, Sabtu, 7 Agustus 2010, 13:17

Sayang ya media sekelas Republika hanya comot comot berita, lebih sayang lagi berita yang di comot adalah berita yang salah...
Begitu pula dengan KPAI, terima pengaduan kok gak disaring dulu...mana yang dibela itu Ibu Diah si penipu lagi...! Sayang sekali kalau bayinya dibesarin sama ibu penipu...

Balas
isti, Minggu, 1 Agustus 2010, 17:05

Sungguh malang nasib anak2 asuhan Panti Permata Hati yg saat ini sesungguhnya sudh banyak dibantu & bahagia bersama Panti PH walaupun dg segala keterbatasan.
Sgt disayangkan akibat tindakan ceroboh lembaga hukum & jg para media yg tdk mau cross check dl kebenarannya, sdh sgt memojokan Panti.Allah SWT maha mengetahui!

Balas
gunawan, Minggu, 18 Juli 2010, 01:16

sy sdh sejak lahir tinggal dipanti Permata Hati,slma kmi dpanti baik2 aja,gak prnah ada mslah apa pun,saya senang tnggal dipanti, dipanti PERMATA HATI TIDAK PERNAH ADA Penjulan bayi yg ibu DYAH DAN KPAI TUDUH,
ibu diah malu dong,smga allah SWT membalas belipat2 ganda Tlg jngn main tutup panti kami tanpa ada buktinya.

Balas
Eko, Sabtu, 10 Juli 2010, 05:46

Ayo bersama-sama grebek Panti Asuhan Permata Hati Bogor!
Sabtu, 10 Juli 2010 jam 10 pagi WIB
Selamatkan anak-anak, JANGAN FITNAH PERMATA HATI
http://saveorphan.dagdigdug.com/

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda