Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Warga Cikini Dihebohkan Air Makam Keramat Kwitang

Sabtu, 03 Juli 2010, 17:13 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Warga yang bermukim di sekitar makam Al Habib Abdurahman bin Abdullah Al Habsy di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat mendadak gempar. Warga dikejutkan oleh kejadian berbau mistis yang terjadi di makam tersebut. Makam yang tengah dalam proses pembongkaran tiba-tiba mengeluarkan air dari sekililing makam. Munculnya air inilah yang membuat warga Cikini beranggapan makam tersebut mengeluarkan air ajaib.

Air keluar dari keempat makam yang berada di lokasi itu. Makam tersebut yakni, milik Al Habib Abdurahman bin Abdullah Al Habsyi, makam Saripah binti Yahya, istri Al Habib Abdurahman, dan dua makam milik putra Habib Ali Kwitang. Warga pun berbondong-bondong mengambil air dari bekas botol minuman kemasan. Warga beranggapan air tersebut mengandung tuah dan mujarab.

Menurut cerita warga sekitar, ada beberapa keunikan pada air yang keluar dari makam keramat tersebut. Meski telah disedot dengan dua mesin penyedot air selama 10 hari, namun air itu tidak habis. Tak hanya itu, beberapa keluarga pasien yang tengah dirawat di RS Cikini mengaku, keluarganya sembuh setelah meminum air tersebut. "Saya sudah tiga kali mengambil air dan melakukan ziarah membaca doa di sekitar makam, percaya nggak percaya, keluarga saya yang sakit pun akhirnya sembuh walau secara bertahap," ujar Hasburah (39) warga Kenari, Senen, Jakarta Pusat kepada beritajakarta.com.

Sudah 10 Hari

Menanggapi kejadian mistis itu, Fikri Asegaf (35), murid Muhammad Amin Al Habsy, ahli waris makam keramat tersebut mengatakan, munculnya air di kawasan makam sudah terjadi sejak 10 hari yang lalu. Bahkan, hingga saat ini, air yang keluar dari makam masih saja berlangsung. "Ketika digali keluar air, warga pun beranggapan air yang keluar merupakan air berkah yang diberikan makam keramat," kata Fikri.

Fikri mengaku, warga pun datang berbondong-bondong sejak lima hari lalu. Kedatangan warga, lanjut Fikri, dimulai sejak pagi hari hingga pukul 03.00 dini hari. Kebanyakan dari mereka meminta air dan berziarah ke tempat ini. Bahkan menurutnya, tak sedikit yang hanya menonton keunikan yang terjadi. "Nggak cuma orang dari Cikini, orang dari luar Cikini juga banyak yang datang," tambah Fikri.

Kehadiran air keramat ini oleh sebagian warga dianggap sebagai berkah. Warga yang bertempat tinggal di sekitar area makam pun memanfaatkan momen itu sebagai mata pencaharian dengan membuka warung makan ataupun areal parkir. "Ongkos parkir Rp 2.000, lumayanlah kalau 50 orang yang datang bisa dapat Rp 100.000," ungkap Kosim, salah seorang warga yang membuka areal parkir di sekitar kompleks makam.

 

Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  iwan Jumat, 8 Oktober 2010, 17:06
Subhana Allah,Maha suci ALLAh.