Kamis , 01 July 2010, 03:13 WIB

Orangtua Murid Geruduk Kantor Disdik Kota Bekasi

Rep: c32/ Red: Siwi Tri Puji B

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI--Para orangtua sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran mereka menyusul ketidakjelasan prosedur penerimaan siswa baru. Sejak Senin (28/6) hingga Rabu (30/6) mereka tidak juga mendapat kepastian tentang nasib kelanjutan sekolah anak mereka.

Ketidaksabaran mereka menunggu kepala dinas pendidikan kota Bekasi berlangsung ricuh. Mereka memasuki kantor disdik sambil berteriak memaki dan langsung naik ke lantai dua. Mereka masuk ke ruangan bagian umum kantor disdik dengan cara mendobrak pintu ruangan.

Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak bisa membendung desakan orangtua siswa tersebut. Setelah berhasil masuk, para orangtua yang kebanyakan dari kaum ibu langsung membuang tumpukan kertas yang ada di meja depan kantor. Bahkan ada yang merusak vas bunga dan melempar tempat sampah ke sekitar meja kantor tersebut.

Mereka terus berteriak meminta agar kepala dinas pendidikan keluar untuk menemui mereka.Setelah sekitar dua jam berlalu akhirnya Kepala Seksi Dana dan Perencanaan Bina Program, Nimas Sobariah menemui para orangtua siswa itu.

"Kami akan buka proses pindah rayon tapi beri kami waktu satu jam untuk proses komputerisasi" jelas Nimas. Akan tetapi para orangtua masih tetap berada di kantor Disdik hingga proses pindah rayon dibuka kembali.

Kepala Bidang Bina Program, Hanan Tarya saat dikonfirmasi wartwan, Rabu (30/6), pindah rayon akhirnya terpaksa dibuka kembali karena desakan dari Komisi D DPRD Bekasi. "Proses pindah rayon dibuka di Sekolah Dasar Margahayu Lima. Proses pindah rayon hanya dibuka selama satu hari (30/6) hingga selesai," ujarnya.

Menurut Hanan, hal ini terjadi disebabkan oleh kurang perhatiannya para orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya di sekolah kota Bekasi. Sebab, jelas Hanan, pada saat pindah rayon dibuka pada 21 hingga 23 Juni ada sekitar tiga ribu siswa dari luar kota Bekasi yang mengurus proses pindah rayon. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sendiri sudah dimulai sejak 28 Juni dan berakhir 1 Juli 2010.

Berita Terkait