Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Astaghfirullah, Makam Tokoh DI/TII Dikeramatkan

Minggu, 16 Mei 2010, 04:56 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Terlihat dua `makam keramat' yang dikelilingi pagar bambu dan ubin keramik di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Seperti tertera dalam tulisan, "Salah satu dari makam itu adalah tokoh DI/TII yang dihukum mati oleh pemerintah".

Tidak dijelaskan siapa tokoh DI/TII yang pernah memberontak terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan membentuk NII (Negara Islam Indonesia). Yang mana di antara dua makam itu merupakan makam tokoh DI/TII yang pada tahun 1949/1962 telah mengobarkan pemberontakan di Jawa Barat.

Kedua makam ini terletak di sisi barat Pulau Onrust yang luasnya tujuh hektare dan tidak jauh dari pemakaman Belanda. Hampir dipastikan, salah satunya adalah makam pemimpin Darul Islam, Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, yang dieksekusi di Pulau Onrust pada masa pemerintahan presiden Soekarno tahun 1964.

Menurut keterangan, kedua makam ini telah ‘dikeramatkan’ dan sering diziarahi. Penulis Solichin Salam dalam bukunya Soekarno-Hatta pernah bertanya kepada Bung Karno, “Apakah Bapak pernah menjatuhkan hukuman mati terhadap sesorang?” Bung Karno menjawab, “Pernah. Itu pun hanya sekali dan dengan hati yang berat.”

Yang dimaksudkan adalah ketika ia menandatangani surat keputusan mati untuk Kartosuwiryo. Eksekusi kemudian dilaksanakan di Pulau Onrust, salah satu pulau di kawasan kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Kisah eksekusi ini dimulai pada suatu pagi tahun 1964. Saat itu, Mayjen S Parman, asisten I/menteri panglima angkatan darat (pangad), menghadap presiden Soekarno di istana. Dia --yang kemudian pada 30 September 1965 dibunuh oleh gerombolan G30S-- datang dengan membawa berkas dan surat keputusan (SK) hukuman mati Kartosuwiryo untuk ditandatangani oleh Bung Karno.

Namun, Bung Karno meminta Mayjen S Parman kembali lagi setelah Maghrib. Sesudah shalat dan berdoa, barulah Bung Karno menandatanganinya.

Reporter : alwi shahab
Redaktur : irf
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  acil Kamis, 6 September 2012, 12:56
kenapa orang yg menjalankan keyakinan yg benar yg dihukum mati...bgmn dengn koruptor yg mrusak & menghancurkan sendi2 bangsa ini????sungguh negeri yg aneh!!!!!
  pandu.heru Kamis, 28 Juni 2012, 19:45
pemerintah soekarno melarang jenazah sm kartosurwiryo dimakamkan di tasikmalaya sesuai permintaan keluarganya. Jenazah Soekarno dikubur di blitar pada masa pemerintahan soeharto. siga hukum karmanya
  learner Rabu, 7 Desember 2011, 15:51
wah ternyata buku ppkn kls 3 brsangkutan dngan itu
  umar muadzin Selasa, 9 November 2010, 21:53
perjuangannya benar dalam menegakkan "kalimatullah" sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw,yaitu al-Qur'an dan al-Hadits
  dadung Minggu, 11 Juli 2010, 01:10
semoga Allah memberikan tempat yang tinggi atas pengabdiannya kepada keyakinannya......amin.