BEKASI--Sedikitnya 5 ribu kepala keluarga (KK) di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih. Krisis air ini terjadi akibat panel induk listrik distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bekasi terbakar.
Kepala Humas PDAM Bekasi, Komarudin Rachmat, mengatakan panel induk distribusi air yang berlokasi di Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi terbakar pada Kamis (3/12)sekitar pukul 01.00 WIB. "Kami terpaksa menghentikan distribusi air hingga situasi normal," ujar Komarudin.
Menurut Komarudin, kerusakan panel diakibatkan oleh arus pendek listrik, sehingga alat senilai puluhan juta rupiah tersebut terbakar. Saat ini, kata Komarudin, sembilan wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi tidak mendapat pasokan air bersih. Akibat kerusakan ini PDAM tidak bisa memproduksi air.
Wilayah yang tak mendapat pasokan air bersih adalah Perumahan Margahayu, Kecamatan Setiamekar, Kecamatan Jati Mulya, Perumahan Pondok Hijau Permai, Perumahan Rawa Lumbu, Kecamatan Narogong, dan Bulak Kapal Kota Bekasi. Sementara di Kabupaten Bekasi, terjadi di Perumahan Buni Sari, Kecamatan Tambun.
Untuk mengantisipasi kerusakan ini, ujar Komarudin, PDAM Bekasi sudah mendatangkan satu unit panel yang di sewa milik swasta. Panel cadangan ini akan menggantikan panel induk untuk sementara waktu. Saat ini alatnya sedang dipasang.
Komarudin menambahkan, upaya perbaikan panel induk memerlukan waktu sedikitnya dua pekan. Distribusi air, tuturnya, sudah dapat kembali beroprasi mulai pukul 17.00 WIB. Namun, hasilnya tidak akan maksimal sebab hanya mengandalkan panel milik swasta.
Sedangkan bagi sebagian warga yang tetap mengalami krisis air, kata dia, PDAM akan mendistribusikan air secara manual ke rumah-rumah penduduk menggunakan truk tanki. Bagi warga yang memerlukan pasokan air bersih, tutur Komarudin, dapat secara langsung menghubungi kami di nomor telepon 021 884490. "Kami akan mengantarkan langsung ke rumah menggunakan truk tanki," ujarnya.
Di tempat terpisah, Ita Puspita, warga Tambun, mengaku kecewa dengan situasi ini. Sebab, Ita tengah mempersiapkan acara pernikahannya yang akan dilaksanakan pada Sabtu mendatang. "Saya khawatir situasi ini akan menjadi kendala besar," katanya.
Menurut Ita, kejadian baru diketahui warga setelah mendengar pemberitahuan kerusakan panel PDAM lewat siaran radio lokal setempat. "Pemberitahuan itu dilakukan sejak malam tadi secara rutin hampir setiap jam," ujarnya.
Ita berharap, PDAM Bekasi segera memperbaiki distribusi air ke kondisi normal. "Saya harap PDAM bisa bekerja secara profesional." c14/rif