Saturday, 12 Sya'ban 1436 / 30 May 2015
find us on : 
  Login |  Register

Air di Danau Toba Tercemar Sampah dan Kotor

Thursday, 27 January 2011, 17:42 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN--Ketua Harian Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba, Edward Simanjuntak, mengatakan, air di objek wisata utama di Sumatera Utara itu cukup kotor, sehingga enceng gondok banyak muncul di permukaan danau.

Di sela-sela rapat evaluasi dan koordinasi Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT) dengan kabupaten/kota di sekitar kawasan Danau Toba di Medan, Kamis, ia mengatakan, enceng gondok itu merupakan tumbuhan yang sering muncul di daerah yang airnya kotor.

"(Dengan munculnya enceng gondok) orang yang mengerti akan tahu pasti kalau air Danau Toba itu kotor," katanya.

Menurut Edward, cukup bayak faktor yang menyebabkan kotornya air Danau Toba yang merupakan salah satu lokasi wisata andalan di Sumut itu.

Ia mencontohkan keberadaan keramba ikan, limbah hotel dan restoran yang banyak terdapat di pinggiran Danau Toba, usaha aquafarm, dan curahan air hujan yang membawa sampah dari pemukiman warga.

Demikian juga dengan limbah hotel dan restoran yang dibuang ke Danau Toba harus dihentikan dengan memberdayakan Badan Lingkungan Hidup atau Dinas Kebersihan setempat.

Aparatur pemerintahan di sekitar kawasan Danau Toba harus dapat melakukan inovasi dalam menanggulangi limbah dan sampah dari hotel dan restoran yang jumlahnya cukup banyak. Ia mencontohkan pemanfaatan sampah untuk kepentingan ekonomi.

"Sampah plastik dapat dibersihkan dan dijual. Sedangkan sampah nonplastik ditanam untuk dijadikan kompos. Yang penting, pihak hotel dan restoran harus dilibatkan," katanya.


Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MPR Titipkan Empat Pilar Kebangsaan Kepada Ulama
JAKARTA -- Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Mahyudin coba menitipkan empat pilar kebangsaan kepada para ulama. Hal tersebut Ia lakukan dalam...