Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

2000 Telur Penyu di Pantai Kuta Siap Menetas

Thursday, 13 May 2010, 06:27 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,KUTA--Sekitar 2.000 telur penyu jenis lekang di penangkaran kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, siap menetas sekitar akhir Mei 2010 dan tukik atau anaknya kelak dikembalikan ke habitatnya di laut."Telur penyu itu kami kumpulkan secara bertahap dari temuan satuan tugas penjaga pantai maupun wisatawan yang sedang menikmati keindahan sekitar pantai," kata Kepala Satgas Pantai Kuta IGN Tresna, Rabu.

Dia mengatakan bahwa telur penyu (Lepidochelys olivaced) itu dikumpulkan sejak April lalu dan kini ditimbun di dalam pasir untuk proses penetasan di dalam bangunan penangkaran dengan desain menyerupai bentuk satwa tersebut. Lokasi penangkaran yang disebut "Sea Turtle Conservation Bali" itu berada di lahan milik desa adat setempat. Pengelolaannya didukung kalangan pecinta satwa ProFauna dan sejumlah pihak yang peduli upaya pelesatarian penyu.

Proses penetasan telur-telur tersebut dilakukan dengan cara menimbunnya di dalam pasir sarang berukuran 10 x 7 x 3 meter selama satu setengah bulan. "Tempat penetasan di pinggir pantai ini kami rancang khusus berbentuk penyu, sekaligus sebagai daya tarik wisatawan," katanya.

Tresna menyebutkan bahwa telur-telur penyu langka yang disebut juga penyu hijau itu untuk sampai menetas membutuhkan waktu sekitar 45 hari."Setelah menetas hingga usia beberapa bulan semuanya kami kembalikan ke laut sebagai habitatnya. Ini sudah menjadi komitmen kami yang didukung masyarakat guna tetap melindungi dan melestarikannya," katanya.

Selain untuk pelestarian spesies satwa langka itu, katanya, pembangunan lokasi konservasi penyu lekang juga agar bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. "Kami berharap, tempat penetasan telur penyu nantinya menjadi ikon pariwisata Pantai Kuta," ujar Tresna.

Lokasi penetasan telur penyu itu hingga kini masih dalam proses pembangunan yang diharapkan rampung Mei ini. "Kami berharap dapat segera diresmikan penggunaanya guna menampung dan melindungi satwa langka itu dari kepunahan," tambahnya.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...