64 Persen Lahan Pertanian 'Sakit'
Senin, 15 Maret 2010 05:24 WIB
JAKARTA—Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran-Bandung, Tualar Simarmata, mengungkapkan, lahan pertanian di Indonesia, khususnya persawahan, sedang mengalami sakit yang luar biasa. Sebanyak 64 persen dari total sekitar 7,7 juta hektare lahan sawah yang ada, kini kekurangan unsur hara yang sulit diobati.
“Ini setara dengan lima juta hektare lahan sawah,” kata Tualar Simarmata kepada Republika, Ahad (14/3). Dia melanjutkan, Indonesia yang sering dibayangkan sebagai negeri yang subur kini bukanlah negara yang memiliki tanah pertanian yang baik. Kandungan zat organik di tanah-tanah persawahan umumnya berada pada level di bawah dua persen. Padahal, idealnya kandungan zat organik dalam tanah haruslah di atas lima persen.
Menurut Tualar Simarmata, terus menyusutnya unsur hara di tanah persawahan tak lain diakibatkan oleh penggunaan pupuk kimia (anorganik) yang berlebihan. Petani tidak didorong untuk menggunakan pupuk organik semacam kompos dari jerami untuk menyelamatkan struktur tanah sawah mereka.
“Jika ini dibiarkan, stabilitas produksi beras nasional akan terancam. Lambat laun tanah akan semakin rusak dan akhirnya dijual petani karena sudah tidak produktif lagi,” papar Tualar Simarmata. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan lahan persawahan adalah dengan mengintensifkan penggunaan pupuk organik atau setidaknya pemakaian pupuk berimbang.
151 reads
Isi Komentar




