Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Lahan Kritis Sulsel Capai 600 Ribu Hektar

Selasa, 01 Desember 2009, 23:42 WIB
Komentar : 0
MAKASSAR--Luas lahan kritis di wilayah Sulawesi Selatan, kini sudah mencapai 600 ribu hektare. Kawasan lahan yang kritis tersebut tersebar di beberapa daerah dan berada baik di dalam kawasan hutan lindung maupun di luar kawasan hutan lindung. Kepala Dinas Kehutan Sulsel, A Idris Syukur mengatakan, setiap tahun, terjadi pertambahan luas areal lahan kritis sebanyak 10 ribu hingga 15 ribu hektare. "Tapi kita berusaha melakukan rehabilitasi lahan dengan kemampuan sekitar 30 ribu hektar per tahun,’’ ujar Idris di sela pencanangan gerakan menanam pohon, "One Man One Tree" di Makassar, Selasa (1/12). 

Dalam acara ini, sekitar 1.000 bibit dicanangkan penananamnya secara serentak, dan 5.000 bibit dibagikan kepada masyarakat luas. Gerakan penanaman pohon di hadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Pangdam VII Wirabuana serta sejumlah pejabat di lingkup Pemprov dan Pemkot Makassar. Acara ini dirangkaikan juga dengan gerakan perempuan tanam, tebar dan pelihara pohon sehingga secara simbolis penanaman pohon dilakukan oleh Wakil Ketua PKK Sulsel, Majdah Agus Arifin Nu’mang.

Menurut Agus, program ini, sebetulnya sudah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 Desembember 2008 lalu. Sulsel sendiri, menurutnya, mendapat jatah untuk menanam bibit pohon sebanyak 7,8 juta bibit. "Ini sesuai dengan angka jumlah penduduk kita, sesuai slogan one man one tree,’’ ujar Agus. 

Agus menambahkan, sebetulnya, program ini sudah dilakukan sejak tahun lalu sehingga bibit yang sudah diedarkan ke masyarakat sudah mencapai 5 juta bibit. Dengan berjalan lebih awal, menurut Agus, diharapkan target 7,8 juta pohon tersebut sudah bisa tercapai akhir tahun ini. "Bahkan mungkin bisa melampaui target, yakni menjadi 8 juta pohon,’’ ujarnya. 

Penanaman pohon ini, kata Agus, sangat penting dan diharapkan bisa mengatasi persoalan gundulnya hutan-hutan. Salah satu dampak gundulnya hutan adalah ketidakmampunya menahan air sehingga pada saat kemarau terjadi kekeringan. "Saat ini kita mengalami krisis listrik, salah satu penyebabnya kan karena hutan kita tak bisa lagi menahan air, sehingga PLTA Bakaru jadi kering,’’ ujar Agus. 

Berbagai jenis bibit pohon ditanam secara simbolis di kawasan di tepi danau Tanjung Bunga, dan sebagian lagi dibawa pulang dan dibagi-bagikan kepada masyarakat. Berbagai bibit tersebut di antaranya pohon buah-buah seperti mangga, sukun, rambutan dan bibit pohon. Bibit tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha swasta dan LSM pemerhati lingkungan. ina/rin
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Rekapitulasi Akhir KPU Berjalan Aman
JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil akhir rekapitulasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, Selasa (22/7) di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng,...