163 Warga Garut Dikhawatirkan Terjangkit H5N1

Kamis, 24 Pebruari 2011, 18:51 WIB
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT - Dinas Kesehatan, Kabupaten Garut, Jabar, melakukan pengawasan terhadap 163 orang yang berdomisili di Kecamatan Banyuresmi, karena dikhawatirkan terjangkit virus H5N1 atau flu burung setelah ditemukannya ratusan ekor ayam mati mendadak akibat terserang virus tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Dinas Kesehatan, Kabupaten Garut, Dede Rohmansyah kepada wartawan, Kamis, mengatakan pengawasan terhadap warga tersebut karena dinyatakan telah melakukan kontak dengan unggas yang mati atau sakit.
"Upaya pengawasan itu, sebagai langkah awal apabila warga tersebut sakit atau terserang flu dan petugas kesehatan di Puskesmas langsung menanganinya secara medis," katanya.

Ia khawatir masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan unggas mati tidak terawasi sehingga ketika mengalami sakit menganggap biasa, sehingga kesehatannya tidak secepatnya diperiksa secara medis.
"Kita juga terus menginvestigasi, mengawasi warga mana saja yang sebelumnya pernah kontak dengan unggas, ini sebagai upaya kami dalam menangani kesehatan mereka," kata Dede.

Setelah penemuan dan laporan ratusan ayam mati mendadak di Kecamatan Banyuresmi, terdapat 14 orang warga terserang gejala Influenza dan sebanyak 1.673 orang menderita radang tenggorokan berdasarkan catatan Puskesmas Banyuresmi.

Ia menambahkan warga yang terserang menderita penyakit tersebut berdasarkan pemeriksaan medis bukan terjangkit virus flu burung, namun tetap diberikan obat Tamiflu sebagai antisipasi pencegahan virus.

"Dengan adanya temuan warga sudah terserang penyakit itu, kami terus melakukan pemantauan, kita khawatir flu burung itu menular pada manusia," katanya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...