
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pertumbuhan ekonomi di Indonesia membawa dampak pertumbuhan di segala bidang industri. Termasuk industri susu formula. Sementara Euro Monitor Report menginformasikan bahwa produsen susu formula memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 37 persen di tahun 2013.
''Para produsen susu formula secara global memasang pertumbuhan penjualan 37 persen dari tahun 2008 sampai 2013,'' ujarr Nutrition Specialist Programme Division United Nation Children's Fund (Unicef), David Clark, saat temu media One Asia Breastfeeding Partners Forum 7 di Jakarta, Selasa (9/11).
David memaparkan, target para produsen susu formula adalah negara-negara Asia Pasifik. Karena negara-negara Asia Pasifik memberi kontribusi besar terhadap penjualan mereka.''Cina dan Indonesia menjadi target utama sebagai pasar utama dan mereka membuat lebih sedikit perempuan yang menyusui,'' tutur dia.
Fakta ini, jelas David, harus ditanggapi serius oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Bagi produsen, menjual susu formula memiliki keuntungan yang sangat tinggi.''Lihat saja di pasar harga susu formula sangat tinggi dan ibu-ibu yang tidak menyusui harus membelinya,'' kata dia.
Tapi David menghargai pemerintah Indonesia yang sudah mulai melakukan beberapa langkah untuk menghadapi permasalahan ini.''Kami senang mendengar Indonesia sudah mulai melarang susu formula untuk menjadi sponsor utama dalam acara kesehatan,'' jelas dia.
Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ratna Rosita menegaskan bahwa mulai tahun 2010 ini acara Hari Kesehatan Nasional tidak akan lagi disponsori oleh susu formula.''Ini sejarah baru karena sebelumnya acara HKN selalu disponsori oleh susu formula,'' tegasnya.
Tidak hanya melarang susu formula untuk menjadi sponsor, Kemenkes saat ini juga aktif melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit, klinik bersalin, maupun bidan untuk melihat apakah bayi diinisiasi menyusui.''Kami memantau apakah masih ada bayi lahir yang langsung diberikan susu formula dalam botol,'' tandasnya.
Selain itu, Kemenkes juga sedang menyusun peraturan pemerintah tentang ASI. Di mana di dalamnya berisi aturan untuk menggiatkan ibu memberikan ASI kepada anaknya. Dan juga pelarangan pemberian susu formula kepada bayi yang tidak berhak karena bisa disusui oleh ibunya kecuali alasan tertentu. Namun diakui Ratna peraturan pemerintah itu saat ini masih dalam tahap sinkronisasi.
Konsumsi susu formula di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007 konsumsi susu formula menjadi 30 persen dibanding tahun 2003/2004 yang hanya 15 persen. Sementara, jumlah bayi yang disusui secara eksklusif menurun dari 40 persen pada 2003/2004, menjadi 30 persen pada 2007.
ya iyalah sekalian jadi kelinci percobaan, ntar kalau sukses baru di edarkan di negara kasta tinggi macam amerika dan eropa.
Balas