Mengapa di Jepang Tidak Terjadi Penjarahan Makanan?

Rabu, 16 Maret 2011 10:21 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Warga Jepang tak diragukan lagi tengah menderita. Setelah diguncang gempa dahsyat 9 Skala Richter, tsunami setinggi 10 meter, dan kini mereka harap-harap cemas menunggu redanya krisis nuklir.

Ribuan orang tewas. Jutaan lainnya kini terlunta-lunta. Mereka bertahan hidup tanpa rumah, kekurangan air, kekurangan pangan dan obat-obatan. Tapi ada satu hal yang menarik dari kondisi bencana di Jepang ini, yaitu tidak adanya pemandangan penjarahan supermarket.

Padahal dalam berbagai bencana di sejumlah negara, penjarahan kerap terjadi. Usai gempa dahsyat di Haiti dan Cile, usai banjir besar di Inggris 2007, dan usai badai Katrina di Amerika Serikat. Di empat negara ini, seluruh warganya menjarah bahan pangan untuk bertahan hidup.

Tapi ini tidak terjadi di Jepang. Mengapa? Jurnalis Ed West dalam artikelnya di Telegraph yang berada di Jepang mengaku kaget melihat bagaimana budaya Jepang yang masih sangat disiplin meski di tengah bencana dan kesusahan.

Ed melihat bagaimana supermarket justru menurunkan harga bahan makanannya! Bukan menaikkan dan mengambil untung. Sejumlah mesin penyedia makanan dan minuman otomat juga dibuka secara gratis. "Rakyat bekerja sama untuk selamat semuanya," demikian kata West.

Bisa jadi ini merupakan budaya Jepang yang sudah tertanam begitu dalam di alam bawah sadar mereka. Ada nilai-nilai yang tetap dijalani dalam kondisi apapun. Sejumlah pembaca CNN berikut ini menuliskan kesan mereka, mengapa warga Jepang tidak menjarah toko untuk bertahan hidup.

Kim:
Budaya Jepang sangat berbeda dengan budaya negara lain. Mereka menomorsatukan harga diri, kehormatan, dan martabat. Warga Jepang tidak melihat bencana ini sebagai kesempatan untuk mencuri apapun. Kita warga dunia harus belajar bagaimana bisa berbudaya seperti mereka.

Greg:
Dua kata: Kebanggaan nasional. Warga Jepang sangat menyintai negara mereka, dan rela melakukan apapun untuk itu. Ini berbeda dengan Amerika Serikat. Kami warga AS memang cinta AS tapi kami melakukan apa saja untuk diri kami sendiri dulu.

Natasha:
Orang Jepang itu sangat disiplin dan penuh kebanggaan atas negaranya. Meski ada penjahat, tapi berbeda dengan penjahat di belahan dunia lainnya. Mereka sangat berbudaya.

Carol:
Secara sosiologis, ini terjadi akibat adaptasi nilai yang mereka buat. Bahwa masyarakat dalam jumlah yang besar harus hidup di tanah yang sangat terbatas. Mereka harus memiliki keteraturan yang sangat tinggi.


Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: CNN


12643 reads

wiwid, Minggu, 20 Maret 2011, 05:59

salut n bangga banget...... ga sia2 suka bgt ma negara 1 nie.. ^^

Balas
Ganteng, Jumat, 18 Maret 2011, 09:53

Malah Yakuza nya turun ke jalan membantu atur lalu lintas. Mengapa mereka menjajah bangsa lain puluhan tahun lalu? ya jelas karena mereka merasa bangsa pilihan tuhannya, ras paling tinggi di bumi. Sepertinya kita sedang melihat bukti kecilnya :)

Balas
zhenmadurano, Jumat, 18 Maret 2011, 09:53

islami banget orang jepang, kita orang indoensia khusunya yang muslim, harus belajar berislam yang benar kepada saudara tua kita itu, sayang kita dijajah jepang hanya 3,5 tahun, coba lebih lama lagi, mungkin kita lebih disiplin dan islami daripada sekarang

Balas
pedobear, Kamis, 17 Maret 2011, 11:03

@akalsehat: Wakakaka... coba deh ngaca. Indonesia yang "konon katanya" menomorsatukan kehormatan, menolak pornografi tapi pada kenyataannya mental masyarakanya busuk semua. apa gak malu sama Jepang?

Gw orang indonesia dan gw menyadari itu.

Balas
Jupe, Kamis, 17 Maret 2011, 10:48

Hmmm... aneh! tp kok mereka menjajah bangsa lain dan menyiksa rakyat yg dijajahnya dg krj rodi... Apa itu bukan pencuri, penjarah? duniapun tau sejarahnya. Hahaha... Bwt brita kok gak brdsrkn sejarah yg ada.

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda