Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Satu Tentara Saudi Ditembak Mati di Bahrain

Selasa, 15 Maret 2011, 19:43 WIB
Komentar : 0
AP
Demonstran melarikan diri dari gas air mata yang ditembakkan polisi di Manama, Ahad (13/3).
Demonstran melarikan diri dari gas air mata yang ditembakkan polisi di Manama, Ahad (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Pejabat keamanan Saudi menyatakan satu tentaranya, telah ditembak mati oleh seorang demonstran di ibu kota Bahrain, Manama. Tentara itu adalah anggota pasukan Saudi yang dikirim untuk menghadapi kerusuhan dipicu penentangan kaum Syiah terhadap pemerintah.

Pejabat Saudi menyatakan penembakan terjadi pada Selasa (15/3) ketika satu orang dari kerumunan massa unjuk rasa menembak tentara Saudi tersebut.

Si korban bernama Ahmed al Raddafi, ujar pejabat, berpangkat sersan di militer Saudi. Selain itu, tak ada detail lebih lanjut yang bisa diperoleh.

Pejabat yang bersangkutan juga tak ingin diungkap namanya karena mengaku tak memiliki wewenang untuk berbicara dengan media.

Pasukan kuat dari Arab Saudi sejumlah 10 ribu orang dan juga anggot Dewan Kerjasama Teluk tiba di Bahran pada Senin (14/3) lalu.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : AP
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  suradi Minggu, 20 Maret 2011, 05:38
Tidak aneh kalau tentaranya rezim Alsaud semerti itu mereka itu muslim2an dan memanfaatkan agama dan ulama untuk pemperkuat kekuasaan mutlak atas negara yang dinamai nama Keluarga Mereka, kemanusiaan tidak ada, parlememen dan hak2 rakyat sepenuhnya dipegang penguasa