Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Situasi Memburuk, WNI di Libya akan Dievakuasi ke Tunisia

Jumat, 25 Februari 2011, 16:20 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Duta Besar (Dubes) RI untuk Libya, Sanusi, mengatakan warga negara Indonesia (WNI) segera dievakuasi ke Tunis, Tunisia. Pasalnya Situasi keamanan semakin memburuk di negara itu.

"Sebanyak 260 WNI sedang menuju ke Bandar Udara Tripoli untuk kloter pertama ke Tunis dengan penerbangan Tunisia Air dan dari sana akan dibagi-bagi untuk ikut penerbangan komersial ke Jakarta," kata Dubes Sanusi yang dihubungi dari Kairo, Jumat (25/2).

Kloter pertama ini diutamakan perempuan, anak-anak dan orang terlantar seperti tenaga kerja wanita (TKW) bermasalah yang ditampung di KBRI, di samping 20 mahasiswa, katanya.

Mengenai kondisi keamanan lebih dari seratus mahasiswa lagi yang belum dievakuasi. Menurut sang dubes, semuanya aman karena para mahasiswa itu tinggal di asrama universitas setempat, namun KBRI selalu siap mengevakuasi bila keadaan darurat.

Jumlah WNI di Libya tercatat sekitar 850 orang. Sekitar 500 orang di antaranya bekerja di sektor formal yang direkrut perusahaan konstruksi, PT Wijaya Karya untuk pembuatan jalan raya dan jembatan di negara Arab kaya minyak di Afrika utara itu.
Di samping itu terdapat pula sekitar 130 mahasiswa, 50 orang tenaga kerja wanita (WNI) serta staf KBRI dan keluarganya.

Menurut Dubes Sanusi, PT Wijaya Karya akan menyewa sendiri pesawat untuk mengevakuasi tenaga kerja asal Indonesia ke Jakarta. Kini dubes sedang mendata untuk kloter kedua untuk evakuasi selanjutnya. Dubes Sanusi mengungkapkan KBRI Tripoli mendapat perintah evakuasi WNI dari Menlu Marty Natalegawa pada Kamis (24/2).

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...