Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tolak Tembak Demonstran, 130 Tentara Libya Dieksekusi

Jumat, 25 Februari 2011, 15:57 WIB
Komentar : 0
Tentara Libya yang ikut bergabung dengan mass demonstran anti-Gaddafi
Tentara Libya yang ikut bergabung dengan mass demonstran anti-Gaddafi

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI — Sebanyak 130 prajurit Libya yang enggan melaksanakan perintah untuk menembaki massa anti-presiden dieksekusi mati. Demikian laporan International Federation for Human Rights (IFHR) yang bermarkas di Paris, seperti disiarkan kantor berita Belanda, DPA.

Dalam tayangan video amatir yang tersebar di dunia maya, tampak jasad para prajurit terikat dengan kondisi mengenaskan. Kepala dipenuhi luka dan darah menggenang, berada di sekitar gurun kosong yang jadi tempat eksekusi.

Seluruh prajurit ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Diduga militer Libya membawa seluruh prajurit pada Selasa (22/2) malam untuk langsung ditembak mati. Dari luka yang didapati, seluruh prajurit  diperkirakan dieksekusi dari jarak dekat.

Posisi jasad pun saling berdekatan, bahkan beberapa mayat bertumpuk. Juru kamera lokal Libya yang mendapati ke-130 militer langsung histeris begitu melihat sejumlah mayat tergeletak di sekitar daerah al-Baida, Timur kota Benghazi. Hanya dalam tempo kurang dari dua menit sang juru kamera merekam kondisi korban, sebelum lari menyelamatkan diri.

Peristiwa pembantaian di Benghazi langsung memancing komentar IFHR. Mereka mengecam tindakan kadafi yang dinilai biadab. “Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan. Pelakunya harus segera diseret ke pengadilan HAM internasional,” begitu pernyataan resmi IFHR.

Aksi yang dilakukan militer juga dikecam luas oleh pemimpin dunia. Presiden AS Barack Obama mengatakan, pemerintah Libya akan menanggung dampak atas seluruh tindakan keji yang dilakukan. “AS mempertimbangkan untuk melakukan sejumlah opsi serius kepada Libya,” tegas Obama.

Reporter : Abdullah Sammy/Reuters
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Gembok Jumat, 25 Februari 2011, 19:05
Betul periksa dulu kebenarannya, karena bau konspirasi dan kebohongan begitu kentara. Kita tahu barat rela membantai warganya sendiri apalagi membantai bangsa lain demi mencapai tujuan dan kebohongan sudah menjadi ucapan sehari-hari.
  rivai Jumat, 25 Februari 2011, 17:52
saya sangat berharap kepada Republika untuk mencek kebenaran setiap info yg berhubungan dngan Libya, karna sangat bnyk informasi yg beredar yg tdk jelas benar/tidaknya n jangan sampai ikut2an media barat yg sudah jelas2 musuh Islam. Dan yg pasti AS dan sekutunya adalah musuh Libya., maka sangat wajar mereka memojokkan
  fatanz Jumat, 25 Februari 2011, 17:26
saya masih bingung,sebenarnya siapa dibalik semua ini???apakah ezim diktator gaddafi atau konspirasi timur tengah baru yang didalangi amerika.wallahu a'lam