Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Militer Mesir Akan Pidato...Umumkan Kudeta?

Jumat, 11 Februari 2011, 16:07 WIB
Komentar : 0
dw world
Kendaraan tempur militer mesir buatan Amerika
Kendaraan tempur militer mesir buatan Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Dewan Komando Tertinggi Militer Mesir bertemu Jumat dan akan membuat "pernyataan penting pada rakyat", kantor berita negara MENA melaporkan."Dewan Tertinggi Pasukan Bersenjata, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Hussein Tantawi, telah mengadakan pertemuan penting pagi ini. Dewan akan mengeluarkan pernyataan penting pada rakyat," kata MENA.

Sebelumnya, seorang perwira senior militer dengan hubungan dengan Dewan Tertinggi itu mengatakan pada AFP, para jendral itu terus bertemu dalam "sidang permanen" dan diperkirakan akan membuat pernyataan, Jumat.

Di tengah demonstrasi massa di jalanan terhadap pemerintahan Presiden Hosni Mubarak, beberapa jendral penting Mesir telah mengumumkan pada Kamis bahwa "untuk mendukung permintaan sah rakyat" mereka akan "melakukan langkah-langkah untuk melindungi negara".

Beberapa pihak menginterpretasikan "komunike nomer satu" itu sebagai ancaman untuk melakukan kudeta, tapi Mubarak sendiri telah tampil di televisi negara pada malam hari itu untuk mengumumkan bahwa ia akan tetap berkuasa hingga pemilihan presiden September.
Demonstran pro-demokrasi telah marah karena keputusan Mubarak untuk bertahan, dan banyak yang meminta campurtangan militer untuk menggulingkannya atas nama rakyat. Mereka menyerukan demonstrasi Jumat ini menjadi yang terbesar.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  12180 Jumat, 11 Februari 2011, 16:44
jangan ah... jangan... jangan militer di provokasi utk menggulingkan mubarak... itu awal tidak baik, itu terlalu emotional... diawali dgn emotional... tidak mungkin menghasilkan sesuatu yang baik dan berakhir optimal... trust me!