Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Situasi Mesir Makin Kacau 2 Hari Terakhir

Friday, 11 February 2011, 01:14 WIB
Komentar : 0
AP
Suasana Lapangan Tahrir pada Kamis (10/1) sore
Suasana Lapangan Tahrir pada Kamis (10/1) sore

REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO-Langkah pengunduran diri Presiden Mubarak dilakukan setelah situasi di Mesir semakin kacau dalam dua hari terakhir ini. Mogok buruh terjadi di berbagai penjuru negeri, sesuai ajakan koalisi gerakan pemuda yang merupakan penggagas demonstrasi Mesir.

Kondisi ini menunjukkan kemarahan rakyat semakin meningkat yang dipicu ketidakpastian ekonomi, inflasi, pengangguran, korupsi, dan upah rendah yang semakin memperlebar jarak si kaya dan si miskin.

Selama dua hari ini, para pegawai negeri sipil menunjukkan pembangkangan terhadap atasa mereka. Pabrik-pabrik di Mesir diguncang mogok buruh, kerusuhan pecah di beberapa kota yang jauh dari Kairo.

Para demonstran yang marah atas kelangkaan roti dan pemukiman serta upah yang rendah membakar kantor-kantor gubernur dan sejumlah markas polisi. Sementara aparat kepolisian hanya menyaksikan tanpa bisa melakukan sesuatu. Para pekerja dan kaum professional mulai bergabung dengan Massa anti-Mubarak di Lapangan Tahrir.

Pada Kamis, ratusan pengacara dalam jubah hitam menerobos barikade polisi dan berjalan menuju salah satu istana Mubarak, Istana Abdeen, yang terletak beberapa blok dari Lapangan Tahrir. Ini pertama kalinya demonstran melakukan aksi jalan kaki menuju istana. Mereka sebelumnya terlibat perseteruan dengan sesama serikat pengacara yang pro-pemerintah.

Namun, Mubarak tak berada dalam istana itu. Para pengacara ini menerobos barikade polisis, sementara polisi hanya terdiam menyaksikan. “Sekarang kami bersatu untuk satu tujuan. ‘Matahari rakyat’ telah terbit dan tak akan tenggelam,” kata salah satu pengacara, Said Bakri.

Sebelumnya, para dokter yang melakukan aksi jalan kaki dengan jubah putih mereka bergabung dengan ribuan massa di Lapangan Tahrir, Kamis pagi. Mereka berjalan dari rumah sakit Negara ke Lapangan Tahrir.

Semua ini terjadi sebelum militer menyampaikan pernyataan di televisi.

Redaktur : Johar Arif
Sumber : AP
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ingin Atur Keuangan? Beli Jam Ini
JAKARTA -- Smartwatch dikenal bukan hanya memberikan informasi waktu, tapi juga memonitori aktivitas harian. Kini hadir Cash Smartwatch yang akan memonitori hal penting...