Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mesir Diambang Kudeta oleh Militer?

Thursday, 10 February 2011, 10:37 WIB
Komentar : 0
AP
Sejumlah warga menduduki tank militer Mesir agar tidak masuk ke wilayah Tahrir Square
Sejumlah warga menduduki tank militer Mesir agar tidak masuk ke wilayah Tahrir Square

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO-— Dua pekan sudah Mesir diguncang krisis politik yang meminta Presiden Hosni Mubarak turun dari jabatannya. Jutaan demonstran prodemokrasi terus mendesak pemerintah Mesir melakukan reformasi politik dan sosial.

Namun alih-alih dilakukan, kini situasi di Mesir makin tidak pasti. Meski Wapres Omar Suleiman sudah mengajak dialog berbagai kelompok oposisi, termasuk Ikhwanul Muslimin.

Menurut catatan kantor berita Associated Press, Kamis, yang harusnya diwaspadai di Mesir adalah pergerakan militernya. Selama demonstrasi, militer Mesir justru sukses mendudukkan empat perwiranya di kabinet Mubarak. Sementara ribuan tentara kini berjaga-jaga di Kairo dan kota besar lainnya.

Apalagi Wapres Suleiman sudah memberi sinyal bahwa militer Mesir bisa bertindak lebih jauh lagi terhadap politik Mesir. Suleiman mengatakan, kudeta bukannya tidak mungkin terjadi bila para demonstran prodemokrasi tidak juga membubarkan diri dari Tahrir Square.

Pernyataan Suleiman ini dia sampaikan di depan para editor surat kabar di Mesir. Begitu mendengar pernyataan bahwa militer Mesir bisa melakukan kudeta terhadap Mubarak, dilaporkan, para editor surat kabar itu langsung terdiam karena terkejut.

Militer Mesir memang dikenal selalu ikut campur dalam pemerintahan. Malahan semua presiden Mesir berasal dari militer. Semua berasal dari aksi Revolusi 1952, ketika sekelompok perwira muda melakukan kudeta terhadap Raja Farouk. Salah satu perwira itu adalah calon presiden Mesir yang terkenal, Gamal Abdul Nasser.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : AP
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...