
REPUBLIKA.CO.ID,Tidak diketahui kebenaran akan sakitnya Presiden Mesir Hosni Mubarak. Namun, media-media Barat mengungkapkan bahwa, Mubarak, yang didemo warganya untuk mundur dari jabatan presiden bakal terbang ke Jerman untuk berobat.
Harian The New York Times misalnya, melaporkan, "Mubarak akan meninggalkan Sharm El-Sheikh menuju Jerman. Ini adalah langkah keluarnya Mubarak dengan cara terhormat." Laporan itu juga menyebutkan, " Keluarnya Mubarak itu dirancang oleh Kamar Ide AS yang dibentuk untuk mengatasi krisis Mesir."
Pada Jumat yang juga hari kesebelas aksi demo anti-Mubarak, jutaan warga kembali menyuarakan yel-yel yang menuntut Mubarak segera mundur dari jabatannya. Bahkan mereka juga meminta Mubarak bukan hanya mundur, tapi juga harus diadili.
Pada Jumat itu juga disebut sebagai Hari Lengsernya Mubarak. Para pendemo juga memutuskan batas akhir bagi Mubarak supaya mundur, kemarin. Akan tetapi hingga berita ini dikeluarkan, Mubarak belum mundur.
Kemungkinan bertolaknya Mubarak ke Jerman karena sakit mengingatkan larinya Mohammad Reza Shah yang meninggalkan Iran untuk berobat.
Skenario sakit politik adalah alasan untuk mengulur kekuasaan Mubarak. Pusing jelas, karena setiap hari disepatani sama rakyatnya dan lawan politiknya, juga terutama doanya orang-orang yang dholimi Mubarak. Jangan percaya sama sakitnya orang politik.Kalau sakit gila politik ? ya percaya dan percaya.
BalasBila diamati kpd kejatuhan pemimpin dunia kerana kebencian rakyat menerima kediktatorannya, bermacam helah diberitakan utk keluar dr negaranya yg tengah digelora oleh demonstrasi rakyatnya. Marcos, Shah Reza, Ben Ali udah diguling & kini Mubarak, Pres. Mesir mungkin meninggal Kairo menuju ke Jerman, hidupnya dibuang
Balassemoga cepet tewas.....
Balas