Nah Lho! AS Berbalik Dukung Mubarak Tetap Berkuasa

Minggu, 06 Pebruari 2011, 12:49 WIB
Blogspot
Nah Lho! AS Berbalik Dukung Mubarak Tetap Berkuasa
Presiden Mesir Hosni Mubarak

REPUBLIKA.CO.ID, Lagi dan lagi. Sikap ambigu atau dualisme diperlihatkan Amerika Serikat. Masih segar dalam ingatan publik internasional, dimana Presiden Barack Obama menyerukan kepada Presiden Mesir Hosni Mubarak agar mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, belakangan, pernyataan tersebut berubah dan berbalik dengan mendukung agar Mubarak tetap berkuasa

Pernyataan itu disampaikan Utusan khusus AS untuk Mesir, Frank Wisner. Seperti dilasir IRNA, Sabtu (5/2), dengan mengutip BBC, Wisner menyampaikan hal itu seiring kebijakan pengunduran diri sejumlah anggota kepemimpinan Partai Demokratik Nasional (NDP) termasuk Gamal Mubarak, putera Presiden Hosni Mubarak

Amerika Serikat menyambut perubahan dalam kepemimpinan partai penguasa, seraya menambahkan sebaiknya Mubarak tetap berkuasa untuk mengarahkan perubahan. Seraya mengklaim urgensi kepemimpinan Mubarak, Wisner menambahkan, ini merupakan kesempatan bagi Mubarak sehingga ia bisa meninggalkan kesan baik.

Setelah anggota partai politik yang berkuasa di Mesir mengundurkan diri secara massal, Hossam Badrawi, yang dikenal liberal, mengambil posisi sebagai kepala komite kebijakan, yang sebelumnya dijabat Gamal Mubarak, dan juga sebagai sekjen NDP.

Tanpa posisi dalam kepemimpinan, Gamal Mubarak tak lagi memenuhi syarat sebagai calon presiden partai berdasarkan konstitusi yang ada.

Televisi pemerintah juga membantah berita yang tersiar tentang pengunduran diri Hosni Mubarak dari presiden partai dan menyatakan bahwa ia masih menjabat sebagai presiden NDP. Ditambahkannya, Mubarak sudah menerima pengunduran diri anggota biro politik partai dan juga telah mengangkat anggota baru.

Berdasarkan laporan ini, warga Kairo yang berkumpul di Bundaran Tahrir semakin semangat menuntut Mubarak lengser setelah mendengar berita tersebut. Partai tersebut merupakan salah satu target utama aksi unjuk rasa dan markas besarnya dekat Bundaran Tahrir dibakar selama unjuk rasa.


Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: IRIB/RM
Aku tidak pernah menyaksikan Rasulullah saw. mengerjakan salat, selain pada waktunya, kecuali dua salat, yakni salat Magrib dan salat Isyak di Jami` dan pada waktu itu beliau melakukan salat fajar sebelum waktunya.(HR Muslim)
akatsuki kage, Rabu, 9 Pebruari 2011, 09:41

wajarlah jika AS mendukung mubarak..karena mubarak adalah anjing yang setia menjaga kepentingan majikanx..

Balas
abdi Allah, Selasa, 8 Pebruari 2011, 15:32

lagi-lagi ada yang berkicau menjelek-jelekkan Ikhwanul Muslimin. mungkin dalam pengajiannya sehari-hari sudah didoktrin untuk menjelek-jelekkan orang-orang dari harokah lain. merasa harokahnya paling bener, yang lain bid'ah dan kafir. kayak gitu koq ngakunya umatnya Rasulullah SAW. niru siapa itu? akhlaqnya gak ditata.

Balas
TAUFIK, Senin, 7 Pebruari 2011, 12:53

itulah org2 kafir.sama sekali ga bs dipercaya omongannya.
tapi anehnya masih aja org2 memujanya,.hmmm dasar munafik!!!!

Balas
Safrudin HS, Senin, 7 Pebruari 2011, 09:55

Mengapa AS mendukung Mubarak ? karena AS takut bila Ikhwanul Muslimin menggantikan Mubarak. Kapan AS tidak melakukan politik dualisme ? ya, lagi-lagi dengan alasan untuk mengamankan politik LN AS, dan Israel. Dukung terus rakyat Mesir yang ingin ada imam baru. Imam yang diketahui telah kentut dan batal, harus diganti.

Balas
Bukan gamal, Senin, 7 Pebruari 2011, 09:53

Terserah Sajalah Mas Gamal..Obama mendukung Anda 10000000000000000 persen

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...