Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Waspadai Ultimatum Negara Asing untuk Mesir

Kamis, 03 Februari 2011, 23:48 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW--Rusia pada Kamis mewaspadai campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Mesir, dengan mengatakan para politisi mereka yang harus menemukan caranya sendiri untuk mengakhiri kerusuhan dan seluruh dunia sebaiknya tidak memberi ultimatum. "Kami ingin Mesir menjadi stabil, sejahtera, demokratis, dalam menghadapi permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang hari ini sedang diselesaikan secara damai secepatnya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pernyataannya.

"Bagaimana persisnya mencapai itu diserahkan pada para politisi dan warga Mesir untuk memutuskan. Kami tidak menganggap berguna menjatuhkan beberapa "bumbu" dari luar, mengajukan semacam ultimatum," jelasnya. "Saya akan menekankan sekali lagi bahwa kekuatan politik di dalam Mesir sendiri yang harus mencapai kesepakatan," katanya, menyerukan negara Timur Tengah itu sebagai "mitra strategis" Rusia.

Pagi ini lima negara Uni Eropa -- Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol -- mendesak transisi politik segera dilakukan untuk mengakhiri keresahan berdarah di Mesir.
Presiden Mesir Hosni Mubarak menghadapi protes masal yang menyerukan penyerahan kekuasaan, yang pada Rabu berubah menjadi pertikaian.

Rusia umumnya lebih memilih untuk menjaga jarak dari kerusuhan yang sedang dihadapi oleh negara yang mereka anggap teman dan mitra strategis. Sementara negara-negara Barat bereaksi marah terhadap penangkapan pasca-pemilihan umum Belarus yang menyebabkan penahanan ratusan pendukung oposisi, Rusia mengatakan pemilu tersebut merupakan masalah dalam negeri Belarus.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant/AFP
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...