Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Waspadai Ultimatum Negara Asing untuk Mesir

Kamis, 03 Februari 2011, 23:48 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW--Rusia pada Kamis mewaspadai campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Mesir, dengan mengatakan para politisi mereka yang harus menemukan caranya sendiri untuk mengakhiri kerusuhan dan seluruh dunia sebaiknya tidak memberi ultimatum. "Kami ingin Mesir menjadi stabil, sejahtera, demokratis, dalam menghadapi permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang hari ini sedang diselesaikan secara damai secepatnya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pernyataannya.

"Bagaimana persisnya mencapai itu diserahkan pada para politisi dan warga Mesir untuk memutuskan. Kami tidak menganggap berguna menjatuhkan beberapa "bumbu" dari luar, mengajukan semacam ultimatum," jelasnya. "Saya akan menekankan sekali lagi bahwa kekuatan politik di dalam Mesir sendiri yang harus mencapai kesepakatan," katanya, menyerukan negara Timur Tengah itu sebagai "mitra strategis" Rusia.

Pagi ini lima negara Uni Eropa -- Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol -- mendesak transisi politik segera dilakukan untuk mengakhiri keresahan berdarah di Mesir.
Presiden Mesir Hosni Mubarak menghadapi protes masal yang menyerukan penyerahan kekuasaan, yang pada Rabu berubah menjadi pertikaian.

Rusia umumnya lebih memilih untuk menjaga jarak dari kerusuhan yang sedang dihadapi oleh negara yang mereka anggap teman dan mitra strategis. Sementara negara-negara Barat bereaksi marah terhadap penangkapan pasca-pemilihan umum Belarus yang menyebabkan penahanan ratusan pendukung oposisi, Rusia mengatakan pemilu tersebut merupakan masalah dalam negeri Belarus.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant/AFP
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...