Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Waspadai Ultimatum Negara Asing untuk Mesir

Kamis, 03 Februari 2011, 23:48 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW--Rusia pada Kamis mewaspadai campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Mesir, dengan mengatakan para politisi mereka yang harus menemukan caranya sendiri untuk mengakhiri kerusuhan dan seluruh dunia sebaiknya tidak memberi ultimatum. "Kami ingin Mesir menjadi stabil, sejahtera, demokratis, dalam menghadapi permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang hari ini sedang diselesaikan secara damai secepatnya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pernyataannya.

"Bagaimana persisnya mencapai itu diserahkan pada para politisi dan warga Mesir untuk memutuskan. Kami tidak menganggap berguna menjatuhkan beberapa "bumbu" dari luar, mengajukan semacam ultimatum," jelasnya. "Saya akan menekankan sekali lagi bahwa kekuatan politik di dalam Mesir sendiri yang harus mencapai kesepakatan," katanya, menyerukan negara Timur Tengah itu sebagai "mitra strategis" Rusia.

Pagi ini lima negara Uni Eropa -- Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol -- mendesak transisi politik segera dilakukan untuk mengakhiri keresahan berdarah di Mesir.
Presiden Mesir Hosni Mubarak menghadapi protes masal yang menyerukan penyerahan kekuasaan, yang pada Rabu berubah menjadi pertikaian.

Rusia umumnya lebih memilih untuk menjaga jarak dari kerusuhan yang sedang dihadapi oleh negara yang mereka anggap teman dan mitra strategis. Sementara negara-negara Barat bereaksi marah terhadap penangkapan pasca-pemilihan umum Belarus yang menyebabkan penahanan ratusan pendukung oposisi, Rusia mengatakan pemilu tersebut merupakan masalah dalam negeri Belarus.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant/AFP
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...