
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Tokoh oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei menegaskan masa depan Mesir yang demokratis tidak akan mengancam Israel maupun Amerika Serikat. Hal ini ia sampaikan terkait kekhawatiran dua negara itu bila Presiden Hosni Mubarak tersingkir.
"Ada yang bilang Mesir yang demokratis akan menjadi seteru Israel-AS. Ini tidak akan terjadi," kata ElBaradei, dalam wawancara dengan CBS, Rabu malam.
Ia melanjutkan, oposisi tidak akan pernah berdialog dengan Mubarak, selama penguasa 32 tahun itu masih duduk di kursi presiden. "Karena kalau kita berdialog dengan dia, itu akan melegitimasi rezimnya masih berkuasa, yang menurut saya, rezim ini sudah habis," kata ElBaradei.
"Tapi yang paling penting, kami menilai Presiden Mobarak tidak mengerti apa itu arti demokrasi. Kami merasa dia tidak paham kalau dia harus berhenti," kata ElBaradei lagi.
saya rasa elbaradei dan husni mubarok, sama2 tidak taudiri, mereka adalah hamba2 israel-amerika, rakyat miskin mesir tdk akan sejahtera, selama systemnya sekuler,kapitalistik,demokrasi, paham demokrasi dll=penjajah
BalasMubarak mungkin zalim, tapi anda Elbaradei lebih kurang sama. karena ambisi anda, anda sanggup provokasi rakyat utk tidak bersabar seperti yg diatur oleh Islam. Bukankah Islam mengatur utk tidak berdemo & berontak walaupun pimpinan kita zalim, asal dia masih sholat? Anda hanya mengulang sejarah bodoh mesir masa lalu.
Balas