
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Pemerintahan Presiden Hosni Mubarak membantah keterlibatan mereka dalam bentrokan massa propemerintah adan massa oposisi, Rabu petang.
Kabinet Mesir menegaskan mereka tidak terlibat dalam mobilisasi massa membela Presiden Mubarak. "Menuduh pemerintah menggerakkana massa propresiden adalah fiktif. Itu justru memperburuk situasi," kata Juru bicara kabinet, Magdy Rady, pada Reuters, Kamis.
Menurut dia, kabinet akan menginvestigasi kerusuhan yang menewaskan sedikitnya enam demonstran itu. "Kami semua terkejut dengan kerusuhan itu," katanya lagi.
Perdana Menteri Mesir, Ahmed Shafiq, menegaskan akan menginvestigasi kerusuhan itu. "Kami akan membongkar siapa dalang dibelakang kerusuhan," katanya.
Sementara itu, Wapres Mesir, Omar Suleiman, tengah berdialog dengan sejumlah partai politik untuk menyudahi unjuk rasa yang sudah berlangsung lebih dari sepekan. Namun tokoh oposisi maupun Ikhwanul Muslimin menolak ikut dialog itu.
"Kami menolak berdialog. Tidak sebelum Presiden Mubarak mengundurkan diri," kata Mohamed ElBaradei.
tingkat kan kinerja para pejabat,buktikan bahwa mereka bisa menjadikan negara yang makmur,dan meningkatkan pendidikan,menciptakan lapangan kerja dan bantuan bagi rakyat kurang mampu,dan basmi para korupsi yang sudah merugi kan negara ini.jangan biar kan para korupsi merajalela dinegri ini.kita butuh bukti....
Balas