Senin, 31 Januari 2011, 23:18 WIB

Mesir Bergolak, Pasokan Kebutuhan Warga Gaza Tarancam

Red: Siwi Tri Puji B
Reuters
Warga Gaza mengantre bahan bakar minyak
Warga Gaza mengantre bahan bakar minyak

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA CITY  - Rakyat Gaza turut mengalami dampat memburuknya kondisi dalam negeri Mesir. Israel sekarang menghabiskan sembilan persen dari produk domestik bruto pada pertahanan, Shueftan kata - dibandingkan dengan 23 persen pada 1970-an, ketika keadaan perang dengan Mesir masih ada.

Sejak Jumat, mereka tak lagi menerima pasokan bahan kebutuhan pokok yang selama ini dibawa para penyelundup dari Mesir ke perbatasan Gaza. Aparat Israel juga disebar di sepanjang perbatasan negeri itu.

Penyeberangan antara Gaza dan Mesir, yang sebagian dibuka kembali beberapa bulan yang lalu sebagai bagian dari sedikit meredanya blokade itu, kembali ditutup Ahad oleh Mesir sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Penyelundup mengatakan arus barang dari Mesir, termasuk bahan bakar murah, telah terganggu dalam beberapa hari terakhir. Warga Gaza telah mulai penimbunan bahan bakar, dan kebutuhan vital lainnya.

Namun warga Gaza mengikuti setiap perkembangan di Mesir. Mereka  percaya segala perubahan dalam pemerintah akan berdampak positif karena pembatasan yang selama ini dipaksakan ditutup oleh Presiden Hosni Mubarak akan terbuka.

"Setiap hari Gaza  menunggu untuk perubahan di  Mesir, karena Mesir adalah paru-paru bagi kami," kata seorang pejabat Hamas Ahad. Dia berbicara dengan syarat anonim karena perintahnya mengimbau pejabat untuk tak berkomentar soal Mesir.

"Setiap perubahan (di Mesir) akan tercermin di Gaza," katanya.

Di kamp pengungsi Bureij Gaza,  Khaled Nasser optimis. "Jika Anda melihat awan di langit Mesir, hujan diharapkan turun di Gaza. Kabar baik akan datang," katanya, mengibaratkan.

Sumber : Al jazeera TV, Reuters
loading...
TAG