Sabtu, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Israel-AS Diam-diam Bertemu Bahas Kondisi Terkini Mesir

Senin, 31 Januari 2011, 22:58 WIB
Komentar : 0
Ehud Barak
Ehud Barak

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV - Israel makin cemas dengan posisi Presiden Mesir, Hosni Mubarak, yang kini diujung tanduk. Ehud Barak, menteri pertahanan Israel, diam-diam membahas situasi terkini di Mesir dengan Robert Gates, menteri pertahanan AS, pada hari Minggu. Tak satupun pejabat kedua negara ini mengkonfitmasi kebenaran berita itu, namun kantor Barak membenarkan.  Tidak ada rincian dari diskusi itu, semua bersifat rahasia.

Selama akhir pekan, Israel mengevakuasi keluarga diplomat dari Kairo dan aparat keamanan mulai melakukan rapat-rapat secara intens.

Perhatian utama Israel, mengutip surat kabar Haaretz, adalah bahwa people power bisa dikomandoi oleh kelompok oposisi terkuat Mesir, Ikhwanul Muslimin, dan sekutunya, yang mungkin akan  menjauhkan  dari keselarasan dengan Barat dan mungkin membatalkan perjanjian damai dengan Israel.

"Israel kini diliputi oleh rasa takut," tulis Sever Plocker, seorang komentator Israel, di harian Yediot Ahronot.

Menurut salah satu penasehat politik Preside AS, Barack Obama, Hosni Mubarak sudah habis.

"Jelas terlihat, pemerintahan Hosni Mubarak sudah kehabisan waktu," kata pejabat tinggi Gedung Putih yang identitasnya dirahasiakan ini pada New York Times, Senin.

Menurut dia, meski AS sudah memberi sinyal soal situasi politik di Mesir, tapi pemerintahan Obama tetap ingin rakyat Mesir lah yang menentukan masa depan mereka sendiri.

Obama juga terlihat sangat berhati-hati mengomentari persoalan Presiden Mesir. Menurut pejabat senior itu, kehati-hatian Obama berkomentar soal Mubarak dikarenakan sangat sensitifnya isu Mesir bagi AS. Bila Mubarak benar-benar jatuh, AS memperkirakan Mesir akan kacau.

Meski demikian, Obama memberi sinyal bahwa pemerintahan Mesir harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memulihkan kewibawaannya di depan rakyat.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Al Jazeera
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI: Masyarakat tak Perlu Cari Tahu dan Observasi Terkait Ritual Seks
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan pada dasarnya seks bebas adalah perbuatan yang haram. Terutama ketika...