Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Israel-AS Diam-diam Bertemu Bahas Kondisi Terkini Mesir

Senin, 31 Januari 2011, 22:58 WIB
Komentar : 0
Ehud Barak
Ehud Barak

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV - Israel makin cemas dengan posisi Presiden Mesir, Hosni Mubarak, yang kini diujung tanduk. Ehud Barak, menteri pertahanan Israel, diam-diam membahas situasi terkini di Mesir dengan Robert Gates, menteri pertahanan AS, pada hari Minggu. Tak satupun pejabat kedua negara ini mengkonfitmasi kebenaran berita itu, namun kantor Barak membenarkan.  Tidak ada rincian dari diskusi itu, semua bersifat rahasia.

Selama akhir pekan, Israel mengevakuasi keluarga diplomat dari Kairo dan aparat keamanan mulai melakukan rapat-rapat secara intens.

Perhatian utama Israel, mengutip surat kabar Haaretz, adalah bahwa people power bisa dikomandoi oleh kelompok oposisi terkuat Mesir, Ikhwanul Muslimin, dan sekutunya, yang mungkin akan  menjauhkan  dari keselarasan dengan Barat dan mungkin membatalkan perjanjian damai dengan Israel.

"Israel kini diliputi oleh rasa takut," tulis Sever Plocker, seorang komentator Israel, di harian Yediot Ahronot.

Menurut salah satu penasehat politik Preside AS, Barack Obama, Hosni Mubarak sudah habis.

"Jelas terlihat, pemerintahan Hosni Mubarak sudah kehabisan waktu," kata pejabat tinggi Gedung Putih yang identitasnya dirahasiakan ini pada New York Times, Senin.

Menurut dia, meski AS sudah memberi sinyal soal situasi politik di Mesir, tapi pemerintahan Obama tetap ingin rakyat Mesir lah yang menentukan masa depan mereka sendiri.

Obama juga terlihat sangat berhati-hati mengomentari persoalan Presiden Mesir. Menurut pejabat senior itu, kehati-hatian Obama berkomentar soal Mubarak dikarenakan sangat sensitifnya isu Mesir bagi AS. Bila Mubarak benar-benar jatuh, AS memperkirakan Mesir akan kacau.

Meski demikian, Obama memberi sinyal bahwa pemerintahan Mesir harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memulihkan kewibawaannya di depan rakyat.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Al Jazeera
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  budi Selasa, 24 Januari 2012, 06:19
roda terus berputar mau sekuat tenaga untuk eksis di timur tengah israel tetap ga bisa sangatlah bodoh punya paradigma seperti itu ....
  rambe Selasa, 8 Februari 2011, 10:32
sebenarnya israel sangat berkepentingan dengan mesir, karena lebih berpihak kepada israel dalam masalah timur tengah, kalau rezimnya bertukar, kebijakannya juga akan bertukar, dan sangat mungkin tidak akan mengakomodir kepentingan israel
  kamal Jumat, 4 Februari 2011, 22:20
Maka semakin jelaslah, siapa begundal-begundal yang mengacaukan timur tengah selama ini.
  MAELSAMAD Selasa, 1 Februari 2011, 09:37
Takperlu Israel geruni, eratkan lagi pelukan pd AS. Sesudah Pres. H.Mubarak bawa diri tinggal negara kerana desakan rakyat jelata bersama angkatan tentaranya, pasti janji damai Mesir-Israel 1967 akan terburai. Pemerintah baru menjabat Mesir akan merencana cara baru, bersepadu dgn Palestine dsbnya melanyak Israel pula?