Sabtu , 29 January 2011, 19:00 WIB

Janji Mubarak Tak Digubris, Rakyat Mesir Kembali Turun ke Jalan

Red: Siwi Tri Puji B
Al Jazeera
Massa kembali turun ke jalan, tak menggubris seruan Mubarak.
Massa kembali turun ke jalan, tak menggubris seruan Mubarak.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Janji Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk membawa angin demokrasi dan reformasi ke negaranya tak digubris rakyatnya. Mereka kembali turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar dan menuntut tokoh yang sudah tiga dekade memerintah negara itu untuk turun. Sedikitnya jumlah korban sudah mencapai angka 90 orang.

Para pengunjuk rasa di Mesir yang menyerukan, "perubahan rezim, bukan perubahan kabinet." Tengah melam waktu setempat, Mubarak membubarkan kabinetnya dan akan membentuk kabinet baru yang reformis.

Para pengunjuk  kembali ke jalan-jalan di Mesir untuk mengikuti demonstrasi. Mereka tampaknya akan mengulang kejadian hari sebelumnya dan melanggar jam malam yang ditetapkan pemerintah.

Ribuan demonstran berkumpul di Tahrir Square di ibukota Mesir, Kairo, Sabtu, meneriakkan kata-kata pengusiran untuk Mubarak.  "Pergi, pergi!" teriak mereka sambil mengepalkan tangan.

Hal serupa terjadi di Alexandria dan Suez, koresponden Al Jazeera melaporkan. Di Alexandria, wartawan Al Jazeera Rawya Rageh melaporkan bahwa sejumlah pengunjuk rasa yang menyerukan kepada Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk mundur. "Mereka yang menuntut perubahan rezim, tidak mengubah kabinet," kata Rageh.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa polisi telah menembakkan peluru tajam pada demonstran. Di Suez, 1.000-2.000 pemrotes telah berkumpul, dan  militer belum mengambil tindakan apapun pada mereka.

Mengutip seorang perwira militer, media ini menyatakan tentara tak akan menghujani peluru pada demonstran.  Petugas itu juga mengatakan satu-satunya solusi untuk kerusuhan saat ini adalah "Mubarak turun".

Sekitar 1.700 pegawai negeri sipil di Suez juga telah menyatakan mogok bekerja untuk waktu tak terbatas hingga pengunduran diri Mubarak.

Sumber : Al Jazeera, Reuters
TAG