Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mesir Terus Memanas

Saturday, 29 January 2011, 08:17 WIB
Komentar : 0
dw-world
Demo Mesir
Demo Mesir

REPUBLIKA.CO.ID,Situasi di Mesir hingga Sabtu (29/01) terus memanas. Sementara itu, pemerintah menempatkan El Baradei dalam tahanan rumah. Dalam konferensi pers, Hosni Mubarak nyatakan tidak bersedia mundur, dan telah bubarkan kabinet.
 
Tokoh reformis dan peraih Nobel Perdamaian Mohammad el Baradei yang sengaja pulang ke Mesir, dikenai tahanan rumah. Sebelumnya, Baradei yang bertahun-tahun hidup di Wina, Austria, sengaja pulang dan menyatakan siap memimpin aksi demonstrasi untuk mendesak Presiden Mobarak, agar turun dari kekuasaan.

El Baradei mengatakan, "Hak untuk berdemonstrasi adalah hak setiap orang. Sebetulnya saya berharap, kita tidak perlu turun ke jalan untuk menuntut reformasi dari rejim yang berkuasa. Kami sudah berusaha lewat pengumpulan tanda tangan, juga dengan memboikot pemilu. Semuanya tanpa hasil. Tuntutan kami tidak didengar."  

Mohamed el Baradei (kedua dari kanan) berjalan bersama pendukungnya setelah polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran (28/01)Bildunterschrift: Mohamed el Baradei (kedua dari kanan) berjalan bersama pendukungnya setelah polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran (28/01)

Dukungan Oposisi
Sebelumnya, El Baradei menyatakan siap memimpin pemerintahan transisi, jika Presiden Hosni Mubarak bersedia turun dari jabatan. Baradei juga menegaskan, dirinya tidak mendukung aksi kekerasan.

Sementara itu, kelompok oposisi terbesar, yaitu Moslem Brotherhood atau Persaudaraan Muslim, menyatakan solidaritas dengan aksi demonstrasi rakyat Mesir. Juru bicaranya, Essam Al Arian mengatakan, "Kami memperkirakan, jika pemerintah tetap menutup pintu bagi rakyat, memanipulasi pemilu dan tidak mengijinkan, bahkan mahasiswa, untuk mendirikan organisasi, jika semua itu terus menumpuk, pasti akhirnya akan terjadi ledakan."

Seruan Amerika Serikat
Pemerintah Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton menyerukan agar pemerintah Mesir segera memulai dialog dengan demonstran. Clinton juga menekankan pentingnya reformasi ekonomi, politik dan sosial di Mesir. Dia menekankan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah terhadap demonstran, tidak akan dapat menyelesaikan masalah.

"Kami sangat khawatir dengan kekerasan yang dilancarkan polisi Mesir dan aparat keamanan terhadap demonstran. Kami menyerukan pemerintah Mesir untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menahan aparat keamanan," demikian Clinton. Selama ini, Mesir dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Amerika di dunia Arab.

Kantor Berita Mesir, MENA menyebut, lebih dari satu juta orang turun ke jalan. Polisi mencoba membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata, meriam air dan peluru karet. Presiden Hosni Mobarak sebelumnya juga memerintahkan pemutusan jaringan telepon dan internet, untuk membendung arus informasi mengenai gelombang protes di negara itu.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : dw-world
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengertian akan Pemanfaatan Air Harus Sejak Usia Dini
JAKARTA -- Memperingati hari pendidikan dan kesehatan, PT PAM Lyonnaise JAYA (Palyja) mengundang beberapa sekolah dasar (SD) untuk berkunjung ke tempat intalasi air...