Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Usai Shalat, Jutaan Warga Mesir Siap Demo 'Jumat Kemarahan'

Thursday, 27 January 2011, 21:07 WIB
Komentar : 0
AP
Demo di Mesir
Demo di Mesir

REPUBLIKA.CO.ID,Para aktivis politik Mesir menyebarkan seruan demo di jejaring sosial facebook dan mengajak rakyat Mesir untuk berpartisipasi dalam demo akbar besok, yang diberi nama "Jumat Kemarahan."

Kantor berita Fars mengutip situs al-Wafd melaporkan, para aktivis politik Mesir dalam rilisnya itu, mengajak rakyat Mesir untuk menghadiri protes besar-besaran atas kondisi kehidupan dan "revolusi kemarahan" yang sudah dimulai Selasa lalu.

Demo akbar itu akan digelar besok seusai pelaksanaan shalat Jumat. Dalam statemen itu disebutkan, "Hari Jumat, kami akan menggelar demo dari seluruh masjid dan gereja menuju jalan-jalan utama untuk mewujudkan hak-hak dan tuntutan rakyat. Seluruh Muslim dan Kristen akan berpartisipasi dalam protes ini guna memerangi korupsi, pengangguran, penindasan dan tidak adanya kebebasan."

Menanggapi rilis tersebut, Ikhwanul Muslimin dalam keterangannya juga menyatakan kesiapannya untuk meramaikan protes pada hari Jumat. Anggota senior gerakan ini, Mohammed Mursi mengatakan, "Mengingat komunitas Ikhwanul Muslimin adalah bagian dari rakyat Mesir, karena itu kami akan menghadiri demo "Jumat Kemarahan.""

Sedikitnya dua orang tewas dalam unjuk rasa anti pemerintah di Mesir akibat bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan pada Selasa. Mereka tewas di kota Suez dan sejumlah lainnya juga luka-luka.

Sejumlah kota di Mesir pada Selasa dilanda aksi unjuk rasa yang terinspirasi oleh demonstrasi di Tunisia yang berhasil menggulingkan Presiden Zine al-Abidin Ben Ali dua pekan lalu.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : IRIB/RM/SL
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...