Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Yang Terjadi di Tunisia Bukan Kudeta, Tapi Revolusi!'

Thursday, 20 January 2011, 10:10 WIB
Komentar : 0
Sekjen LIga Arab Amre Moussa
Sekjen LIga Arab Amre Moussa

REPUBLIKA.CO.ID, SHARM EL-SHEIKH, MESIR - Hampir dari semua dunia Arab mengaku kaget apa yang terjadi pada Tunisia. Negara yang dipimpin Presiden Zine Al-Abidin Ben Ali sealam kurang lebih 23 tahun itu pun akhirnya tumbang ditangan rakyatnya sendiri. Seiring dengan itu banyak juga anggapan bahwa yang terjadi di Tunisia adalah sebuah kudeta, seperti yang jamak dterjadi di ngara-negara Islam.

Namun, terkait Tunisia, Sekjen Liga Arab Amr Moussa memiliki penilaian sendiri. Baginya, apa yang terjadi di Tunisia adalah sebuah revolusi. "Revolusi ini terjadi karena kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan," tegasnya.

Seperti dilaporkan AFP, Moussa pada pertemuan ekonomi para pemimpin Liga Arab di Sharm El-Sheikh, Mesir mengungkapkan, revolusi yang terjadi di Tunisia sangat berkaitan dengan tema yang sedang dibicarakan di forum ini yaitu pembangunan ekonomi dan sosial.

Sekjen Liga Arab menambahkan, sebagian besar masyarakat di negara-negara Arab bergelut dengan kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan. Untuk itu, Amr Moussa berharap akan ada tindakan konkret untuk memperbaiki taraf kesejahteraan rakyat di negara-negara Arab.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : IRIB/AHF
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...