Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Negara Amerika Latin Ramai-ramai Akui Negara Palestina, Ini Alasannya

Jumat, 14 Januari 2011, 23:24 WIB
Komentar : 0
AP
Para pemimpin Amerika Latin (dari kiri): Presiden Cile Sebastian Pinera, Presiden Uruguay Jose Mujica, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Argentina Cristina Fernandez, Presiden Paraguay Fernando Lugo, dan Presiden Bolivia Evo Morales.
Para pemimpin Amerika Latin (dari kiri): Presiden Cile Sebastian Pinera, Presiden Uruguay Jose Mujica, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Argentina Cristina Fernandez, Presiden Paraguay Fernando Lugo, dan Presiden Bolivia Evo Morales.

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK-Tujuh negara Amerika Latin secara resmi telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Inisiatif ini dipimpin oleh Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Ia mengumumkan pengakuan negara Palestina pada 3 Desember silam.

Langkah Brasil diikuti enam negara Amerika Latin lainnya: Argentina, Bolivia, Cile, Ekuador, Uruguay, dan Venezuela. Menurut sumber diplomat di PBB, Peru dan Paraguay akan menyusul ketujuh negara lainnya.

Phyllis Bennis, salah satu direktur pada Institut Studi Kebijakan yang bermarkas di Washington, mengatakan keputusan negara-negara Amerika Latin merupakan indikator penting meningkatnya keterlibatan Amerika Latin dalam isu penjajahan Israel di Timur Tengah.

Ia mengatakan tak satu pun dari negara-negara Amerika Latin tersebut termasuk dalam sekitar seratus negara yang mengakui Palestina setelah Deklarasi Kemerdekaan Palestina pada 1988. ‘’Kebanyakan mereka pada saat itu masih di bawah pemerintahan diktator yang didukung AS atau pemerintahan neoliberal yang masih bergantung pada Washington,’’ kata Bennis.

Mouin Rabbani, editor Middle East Report yang bermarkas di Washington, mengatakan manuver Amerika Latin untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka harus dilihat dalam konteks meningkatnya ketidakpercayaan komunitas internasional kepada AS dalam diplomasi Timur Tengah.

Dalam dekade terakhir, katanya, Amerika Latin muncul sebagai pemain yang independen dan percaya diri di tataran global, yang menyebabkan meningkatnya tensi antara mereka dengan Washington.

‘’Keinginan Brasil untuk menantang dominasi AS dalam isu Timur Tengah mulai tampak saat Brasil bergabung dengan Turki untuk bekerja sama dengan Iran dalam masalah nuklir. Ke depan, manuver-manuver seperti ini akan terus muncul,’’ katanya.

Hadirnya Brasil, Argentina, dan Cile dalam daftar pengakuan negara Palestina juga memberi semacam perlindungan politik bagi negara-negara yang lebih kecil yang beraliran kiri seperti Ekuador, Uruguay, Bolivia, dan Venezuela. Negara-negara ini menghadapi tekanan internasional (AS) yang besar.

Alasan lainnya mengapa Amerika Latin lebih berinisiatif mengakui negara Palestina dibanding Asia atau Afrika adalah karena sebelumnya Amerika Latin sangat dikontrol oleh AS yang merupakan pendukung setia Israel. ‘’Juga karena hubungan kuat antara Israel dengan berbagai rezim diktator sebelumnya yang berkuasa di banyak negara Amerika Latin.’’

 

 

 

Redaktur : Johar Arif
Sumber : ipsnews.net
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...