Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Israel Bantah Mossad Gunakan Burung Nazar Sebagai Mata-mata

Kamis, 06 Januari 2011, 18:32 WIB
Komentar : 0
faithfreedom.org
Burung Nazar
Burung Nazar

REPUBLIKA.CO.ID,Pejabat satwa liar Israel membantah tuduhan Arab Saudi bahwa seekor burung nazar yang dilengkapi dengan peralatan GPS adalah mata-mata Israel. Namun Israel membantah keras dan mengungkapkan kekhawatiran nasib buruk yang akan diderita oleh burung nazar itu.

Para peneliti di Universitas Tel Aviv menegaskan, burung itu sama sekali tidak bersalah dan selama setahun belakangan menghabiskan waktunya berkeliling di atas Galilea. Adapun peralatan GPS dipasang untuk survei tentang kebiasaan migrasi dan perkembangbiakan burung.

Sebelumnya diberitakan bahwa dinas Rahasia Rezim Zionis Israel, Mossad dalam menjalankan operasi rahasianya melakukan segala macam cara dan bahkan aneh. Kali ini Mossad memanfaatkan seekor burung nazar, burung pemakan bangkai untuk memata-matai Arab Saudi.

Sebagaimana diberitakan oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) mengutip surat kabar trans-regional Alquds al-Arabi menyebutkan, surat kabar Israel Maariv menulis, burung nazar ini mendarat di dekat rumah seorang sheikh di daerah Arab Saudi dalam keadaan terluka. Warga daerah itu lalu menangkapnya dan akhirnya memahami ada alat yang menempel di tubuh burung nazar tersebut.

Harian Alquds al-Arabi menulis, alat itu adalah sebuah piranti GPS (Global Positioning System) dan begitu juga sebuah cincin yang berada di kakinya burung nazar tersebut tertulis nama Universitas Tel Aviv. Setelah itu warga kemudian menyerahkan burung nazar itu kepada pihak keamanan Arab Saudi.

Pihak keamanan Arab Saudi meyakini bahwa burung nazar itu dipakai oleh Mossad untuk melakukan aksi mata-mata. Karena ketika mereka hendak memegangnya, burung ini melakukan gerakan-gerakan khusus untuk melindungi dirinya yang membuktikan burung nazar ini bukan burung biasa tapi terlatih dengan baik.

Koran Maariv menyebutkan bahwa para pejabat lingkungan hidup Israel mengumumkan bahwa burung ini masih hidup hingga kini dan alat GPS yang berada di tubuhnya tidak diperuntukkan untuk aksi spionase. Sebelum ini banyak dipublikasikan mengenai aksi spionase Mossad di perairan Teluk Persia dengan memanfaatkan ikan hiu.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : BBC/IRIB
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  kang taqin Jumat, 7 Januari 2011, 10:25
bagaimanapun juga, burung mau tunduk pada manusia dengan kepiawaian manusia dalam melatih burung. Kalau Burung saja bisa dididik dengan baik tapi kenapa manusia enggan dididik dengan lebih baik dan bermartabat? PR bagi generasi bangsa semua
  WEILSAMAD Kamis, 6 Januari 2011, 09:42
Terjumpa teknik siasatan guna ikan hiu di Teluk Persia & burung nazar di Galilea sbg mata-mata, ditempel alatan GPS oleh agensi rinsikan Israel atas nama Universitas Tel Avic udah mengolok
bantahan pemerintah Israel kpd Mossad. Teknik siasat Mossad akan terhapus satwa liar, ditembak oleh tentara negara dilintasinya.
  Agus Kamis, 6 Januari 2011, 09:42
jangan melebih-lebihkan tentang kemampuan intelejen Israel, kemampuan mereka sama saja dengan negara muslim, yang menjadi masalah adalah rasa rendah diri dari bangsa Arab, ayo tegakkan kembali izzah Islam wal-muslimin

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...