PLO: Amerika Bukan Lagi Penengah Konflik

Minggu, 12 Desember 2010, 18:10 WIB
PLO: Amerika Bukan Lagi Penengah Konflik
Palestina- Israel

REPUBLIKA.CO.ID,

RAMALLAH--Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengkritik Amerika Serikat yang mengatakan pengakuan negara Palestina masih terlalu dini. "Amerika Serikat (AS) seharusnya menjadi sebuah penghubung yang nyata dan adil dalam mengatur perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina," kata seorang anggota Dewan Eksekutif PLO, Ahmed Majdalani, Sabtu (11/12).

Majdalani mengatakan kepada Xinhua bahwa kepemimpinan Palestina sangat menyesalkan pendirian AS. Dengan memperingatkan bahwa Washington "Telah kehilangan nama baiknya sebagai penaja atau sponsor proses perdamaian", Majdalani mengatakan bahwa pemerintah Obama harusnya menyalahkan Israel "yang telah menggagalkan segala upaya untuk berdamai".

Direktorat Kementerian Luar Negeri AS, William Burns, pada Jumat mengatakan pengakuan negara Palestina oleh beberapa negara Amerika Latin "terlalu dini". Brasil dan Argentina pada pekan lalu mengakui negara Palestina dengan perbatasan kawasan tanah yang dijajah Israel pada 1967.

Burns mengatakan pengakuan negara Palestina harus disetujui setelah pihak Israel dan Palestina menyepakatinya dalam perundingan perdamaian. Namun, perundingan antara Palestina dan Israel gagal pada September ketika Israel melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi di kawasan Tepi Barat yang dijajah.

Redaktur: Stevy Maradona
Ibnu Umar r.a mengatakan bahwa Nabi saw masuk ke Mekah dari Kada' dari Tsaniyatil Ulya di Bath-ha', dan beliau keluar dari Tsaniyatis Sufla. (HR Bukhari)
Entor, Jumat, 7 Oktober 2011, 07:25

Seharusnya dari dulu PLO mengatakan Amerika bukan sebagai penengak konflik. Dari zaman dulu juga AS itu pencipta dan pemelihara konflik. Jika mau yakin baca buku Devil's Game.

Balas
no war, Selasa, 14 Desember 2010, 14:41

palestina dijajah Israel semenjak tahun 1967. amerika bilang terlalu dini untuk bicara kemerdekaan palestina. sekarang dah tahun 2010 dan memasuki 2011. apa amerika masih pake kalender tahun 60-an y?. dasar negara teroris......

Balas
hans, Senin, 13 Desember 2010, 09:58

kemerdekaan palestina tak pernah akan tercapai lewat perundingan kecuali perjuangan..& perundingan selama ini hanya tipuan untuk membungkam para pejuang...

Balas
WEILSAMAD, Senin, 13 Desember 2010, 08:11

Apakah boleh diperakui bahawa AS masih bertenaga, berkuasa & tak keterbatasan segalanya? Kini AS belum mampu menjadi
penengah perdamaian konflik. Cadangan beberapa pemimpin memperakui kedaulatan Palestine tak terawal & sepatutnya Hamas & PLO mempunyai negara merdeka sejak M.K.Ataturk berkuasa di Turki moderen lagi?

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...