Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Berlusconi: Italia Tak Ingin "Main Kasar" dengan Iran

Saturday, 23 October 2010, 20:52 WIB
Komentar : 0
Berlusconi
Berlusconi

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA--Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, menyatakan keraguannya atas efektifitas sanksi anti-Iran. Untuk itu, ia mengharapkan adanya sikap yang lebih lunak terhadap Tehran.

Berlusconi dalam wawancaranya dengan Koran Jerman, The Frankfurter Allgemeine Zeitung, menyatakan, meski Italia terlibat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Iran, namun negara ini meragukan kesuksesan sanksi atas Iran. "Sanksi malah justru menguatkan negara-negara yang dikenai sanksi," ujarnya, seraya menyinggung pengalaman-pengalaman masa lalu.

Menurutnya, sikap keras bukan satu-satunya pilihan. "Sikap yang lebih lunak dan lebih berhati-hati malah akan memberikan hasil," ungkap Berlusconi.

Lebih lanjut Berlusconi menyebut Rusia dan Cina sebagai dua negara yang dapat melakukan langkah lunak tersebut. Untuk itu, Perdana Menteri Italia mengharapkan Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, supaya menggunakan pengaruhnya untuk menyukseskan langkah tersebut.

Selama ini, Moskow dan Beijing selalu mendukung solusi diplomatis dalam menyelesaikan program nuklir Iran.

Sementara itu, Republik Islam Iran pada bulan September lalu menyatakan siap menggelar perundingan nuklir dalam koridor Deklarasi Tehran yang disepakati Brazil, Turki dan Iran pada tanggal 17 Mei.

Menurut kesepakatan deklarasi itu, Iran mengirim uranium dengan pengayaan rendah ke Turki untuk menerima bahan bakar nuklir. Namun AS dan mitra-mitranya tidak menyambut baik deklarasi itu, bahkan memaksa Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengeluarkan sanksi baru atas Iran.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : IRIB
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ada-Ada Saja, Ketika Jokowi 'Bernyanyi' di KTT APEC
JAKARTA --  Pidato presiden Joko Widodo pada acara KTT APEC ternyata menarik seorang komposer, Eka Gustiwana. Penggalan pidato Jokowi disusunya menjadi sebuah speech...