
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Presiden AS Barack Obama akan menggunakan pidatonya di Majelis Umum PBB untuk mengatakan, bahwa pintu tetap terbuka bagi Iran. "Namun hanya jika negeri itu membuktikan bahwa program nuklir mereka didasari niat damai," ujar sumber di Gedung Putih.
Menurut Gedung Putih, dalam pidatonya Obama akan menekankan bahwa ketegangan akan meningkat jika Iran tidak memenuhi kewajiban internasional terkait program pengayaan uraniumnya. Pidato Obama dijadwalkan berlangsung hari Kamis (23/9) mendatang.
Iran sendiri terus mengulang pernyataan, bahwa program nuklir mereka sepenuhnya untuk tujuan sipil dan tak diarahkan pada pembuatan senjata nuklir. Namun mereka menolak berbagai tekanan dunia untuk menghentikan program pengayaan uranium.