Obama Ancam Perdana Menteri Turki

Selasa, 17 Agustus 2010, 03:30 WIB
AP
Obama Ancam Perdana Menteri Turki
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengingatkan Perdana Menteri Turki bahwa sikap Ankara terhadap Israel dan Iran dapat mengurangi peluang untuk mendapatkan persenjataan AS. ''Presiden telah mengatakan kepada Erdogan bahwa beberapa tindakan yang Turki ambil telah menimbulkan pertanyaan di kalangan Kongres,'' kata seorang pejabat senior Amerika.

Amerika mempertanyakan sikap Turki sebagai sekutunya. ''Itu berarti beberapa permintaan Turki kepada kami, seperti penyediaan persenjataan untuk melawan PKK, akan semakin berat untuk kami setujui di Kongres,'' ancamnya.

AS menyuarakan kekecewaan setelah Turki menolak sanksi baru Iran, yang Dewan Keamanan PBB berlakukan pada Juni 2010. PM Turki Recep Tayyip Erdogan berencana membeli pesawat udara tanpa awak AS untuk menyerang separatis Kurdi setelah tentara AS mundur dari Irak pada akhir 2011, kata koran Inggris The Financial Times pada Senin, sebagaimana dikutip dari AFP.

Kelompok pemberontak, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), memiliki beberapa markas di pegunungan di wilayah utara Irak, mendekati perbatasan Turki. Ankara menyatakan bahwa Teheran seharusnya diberi kesempatan untuk melakukan kesepakatan pertukaran bahan bakar nuklir, yang ditengahi oleh Turki dan Brazil.

Sementara hubungan antara Turki dan Israel memasuki tahapan krisis setelah penyerangan Israel terhadap konvoi kapal kemanusiaan untuk Gaza pada 31 Mei 2010, yang menewaskan sembilan warga Turki. Obama menyerukan Turki untuk melunakkan sikapnya atas kejadian penyerangan tersebut saat ia bertemu dengan Erdogan pada KTT G-20 di Toronto pada Juni.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Antara
Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya.(QS. ALI IMRAN:25)
densus 88, Jumat, 1 Oktober 2010, 02:06

Go to hell wit your aid......

Balas
ana, Kamis, 19 Agustus 2010, 21:33

umumnya pejabat ingin kedudukannya aman, gitu juga obama dia tentu takut dengan kecaman dan aksi rakyatnya yang mayoritas zionis yang tentunya mendukung israel/zionis

Balas
SUDAMAR, Selasa, 17 Agustus 2010, 01:53

Obama tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya terhadap Yahudi, Obama dibelakang zionis yahhudi

Balas
Lukman, Selasa, 17 Agustus 2010, 01:53

Obama=Amerika, sama saja, pendukung kolonialisme Israel. Kapan dunia bisa damai? Semoga Amerika dan Israel hapus dari peta dunia.

Balas
Abah Badjeber, Selasa, 17 Agustus 2010, 00:20

Mulai terbuka kedoknya si Anak Menteng yang musang berbulu domba

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...