Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tokoh Islam Indonesia Dukung Jam Makkah Jadi Acuan Internasional

Jumat, 13 Agustus 2010, 04:30 WIB
Komentar : 0
Jam Makkah
Jam Makkah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sejumlah tokoh Islam menanggapi positif wacana pengalihan acuan waktu internasional dari Greenwich Mean Time (GMT) ke waktu Mekkah. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, sudah saatnya umat Islam memiliki acuan waktu tersendiri yang berbeda dengan acuaan yang sekarang ada. Apalagi Makkah adalah tempat dimana kiblat umat Islam berada. “Tidak masalah acuan waktu dialihkan ke Makkah justru lebih baik,”kata di Jakarta, Kamis (12/8)

Selain itu, tambah Ma’ruf, Makkah merupakan tujuan haji umat Islam. Jika memang peralihan tersebut terwujud maka akan mempermudah kalangan Muslim merujuk waktu ibadah mereka. Dia berharap agar rencana ini tak sekadar wacana dan bisa direalisasikan agar identitas umat Islam semakin kuat.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih, Tajdid dan Pemikiran Islam, Yunahar Ilyas, mengatakan apabila wacana pengalihan terwujud maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam. Meskipun, dia mengakui upaya ke arah sana belum tentu diterima oleh berbagai pihak karena masih menunggu konvensi internasional.

Akan tetapi, Yunahar menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut. Selain itu, dia mendorong negara-negara Islam turut mendukung agar wacana te,rsebut disepakati. Dia mengajak ilmuwan dan pakar terkait di Indonesia mengkaji relevansi dan validitas pengalihan itu.“Mudah-mudahan bawa persatuan umat Islam,”harap dia.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama (Kemenag), Rohadi Abdul Fatah. Upaya pengalihan ini dinilai sebagai gebrakan inovatif yang memberikan rasa bangga bagi Muslim.

Rohadi menuturkan, rencana ini akan menghadapi halangan dari komunitas anti Islam terutama bangsa Yahudi. Ketidaksukaan mereka terhadap Islam salah satunya akan disalurkan dengan membendung terjadinya kesepakatan internasional. “Lihat saja apa hasil konvensi internasional nantinya, tapi sebagai Muslim saya setuju (pengalihan-red),”ujar dia.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah Arab Saudi telah membangun sebuah jam raksasa di puncak gedung pencakar langit, Abraj Al Bait Tower, di kota Makkah. Selain berambisi menjadi acuan waktu dunia, pemerintah Arab Saudi ingin jam ini menjadi acuan waktu bagi 1,5 miliar Muslim di seluruh negara, termasuk Indonesia.

Akan tetapi, pemerintah Arab Saudi harus bersabar menunggu konvensi internasional. Sampai saat ini, acuan waktu yang digunakan sebaga standar internasional adalah GMT yang merupakan hasil konvensi internasional tahun 1884.

Reporter : Nashih Nashrullah
Redaktur : Krisman Purwoko
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  dinutami Jumat, 13 Agustus 2010, 23:24
Jam tdk berubah 1 detikpun.Yg berubah hanya acuannya.Saat matahari diatas Mekah itulah sebanyak banyaknya disaksikan umat manusia.Satu bukti lagi Mekah ada di pusat bumi.Dan matahari tdk pernah ada diatas Paris,Moscow,Yerusalem,Tokyo,Roma,NY,London,Beijing.Juga tdk pernah diatas Madinah,krn diutara garis balik kan
  hakim Jumat, 13 Agustus 2010, 14:36
memang saat nya cendikiawan muslim harus bangkit, muslim kiblatnya harus kepada orang muslim, pelaksanaan solat berhubungan dengan waktu, kiblatnya ke makkah maka sangat logis jika acuan waktu berada di makkah bukan di london.
  stn Jumat, 13 Agustus 2010, 13:00
mbok ya gak usah aneh2... jam udah bener2 mau dirubah... maksudnya apaan? tambah nyusahin orang banyak aja
  dinutami Jumat, 13 Agustus 2010, 04:23
Indonesia dipinggir.Saat matahari diatas DKI,hanya bisa disak
sikan orang di Asia,Australia,Afrika Timur dan Samudra Pasi-
fik yg jarang penduduk.Matahari diatas Mekah bisa disaksikan
Asia,Eropa,Afrika,Autralia Barat,Amerika Timur.Roma.London?
Matahari tdk pernah tegak lurus dikota ini.Bahkan juga Madinah tdk pernah
  kunyit asam Jumat, 13 Agustus 2010, 02:23
kapan ya indonesia menjadi acuan? kok senengnya memuja negara lain terus? maklum, bangsa gak bonafit blas....

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...