Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Amnesti Internasional: Taliban Pelaku Kejahatan Perang

Wednesday, 11 August 2010, 17:43 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--"Amnesty International", Selasa, menuding Taliban dan kelompok-kelompok perlawanan lain di Afghanistan melakukan kejahatan perang. Karenanya, Taliban dan kelompok perlawanan lainnya layak diseret ke pengadilan kejahatan perang, kata organisasi perlindungan hak azasi manusia dunia itu.

Amnesty International menuduh Taliban melakukan "pembunuhan sistematis" terhadap warga sipil Afghanistan.
Pandangan itu disampaikan Amnesty International menanggapi laporan PBB bahwa jumlah warga sipil yang menjadi korban kekerasan di Afghanistan naik sepertiga dalam semester pertama 2010.

Kelompok-kelompok perlawanan Afghanistan dituduh membunuh warga sipil tujuh kali lebih banyak dari pasukan internasional.Direktur Amnesty International untuk Asia Pasifik, Sam Zarifi, mengatakan, Taliban dan kelompok perlawanan lainnya terlibat dalam pembunuhan sistematis warga sipil.

"Menjadikan warga sipil adalah kejahatan perang. Jelas dan simpel," katanya. Rakyat Afghanistan menuntut keadilan dan berhak atas pertanggungjawaban dan kompensasi, katanya.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant/AFP
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...