Minggu, 2 Muharram 1436 / 26 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bocornya Dokumen Perang Semakin Sudutkan Obama

Selasa, 27 Juli 2010, 21:39 WIB
Komentar : 0
Barack Obama
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Kebocoran dokumen rahasia mengenai perang di Afghanistan semakin meningkatkan keraguan keabsahan perang tersebut di kalangan rakyat Amerika Serikat (AS). Kemampuan Washington untuk melindungi rahasia militer pun menjadi bulan-bulanan publik dalam negeri.

Sementara Gedung Putih menyebutkan, pengungkapan rahasia tersebut sebagai hal yang mengkhawatirkan. Kebocoran 90 ribu lebih dokumen perang itu merupakan pengungkapan dokumen rahasia terbesar sepanjang sejarah.

Tekanan atas pemerintahan Presiden AS Barack Obama untuk membela strategi perangnya pun semakin besar, apalagi Kongres siap untuk mengutak-atik anggaran perang di Afghanistan. Para politisi AS meragukan kondisi keamanan Afghanistan yang belum juga dapat ditaklukan AS. Perang melawan Taliban ini menjadi salah satu perang terpanjang AS.

Kebocoran dokumen terjadi saat strategi perang Afghanistan dikecam kongres dan jajak pendapat menyebutkan bahwa mayoritas orang AS tidak lagi berpikir perang Afghanistan layak untuk diperjuangkan. Saat ini, Kongres tengah menyiapkan aturan untuk anggaran perang sebesar 60 miliar dolar AS.

Meskipun oposisi yang kuat di antara kaum liberal yang melihat Afghanistan sebagai pertarungan yang tak dapat dimenangkan, anggota parlemen dari Demokrat harus menyetujui RUU itu sebelum akhir pekan ini atau sebelum reses selama enam pekan.

Senator Joe Lieberman mengatakan, dokumen yang bocor sejauh ini mencerminkan realitas, yang diakui oleh semua orang. "Pemberontakan (Taliban) itu memperoleh momentum selama bertahun-tahun, sementara koalisi kami kehilangan dukungan," ujarnya.

Di tempat terpisah, anggota parlemen dari Partai Republik, Jane Harman, menyatakan, seseorang dengan sengaja ataupun tidak memberikan keuntungan bagi Taliban. Ia juga mengatakan Gedung Putih mengindikasikan kebocoran dokumen itu merupakan kompromi antara sejumlah sumber di Afghanistan.

Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menegaskan bahwa dokumen yang bocor adalah periode sebelum pemerintahan Obama. Pemerintah Obama juga membantah hal itu akan menyebabkan perubahan kebijakan dalam perang melawan Taliban.

Reporter : Wulan Tanjung Palupi
Redaktur : Endro Yuwanto
Sumber : ap
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Doyan Minum Soda Tampak Lebih Tua?
SAN FRANSISCO -- Sebuah studi menemukan minuman bersoda dapat membuat sel-sel tertentu dalam tubuh menua lebih cepat. Peneliti University of California, San Fransisco menyimpulkan...