Friday, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lagu Berkisah Nasib Tragis Anak Palestina jadi Hits di YouTube

Thursday, 24 June 2010, 01:11 WIB
Komentar : 0
screenshot/ririn s
Video klip lagu mengenai kisah anak-anak Palestina sebagai martir di Youtube.
Video klip lagu mengenai kisah anak-anak Palestina sebagai martir di Youtube.

REPUBLIKA.CO.ID,  Sebuah grup paduan suara anak-anak Arab telah menyedot penonton dunia maya, setelah video di YouTube menjadi hit dengan lagu "When we die as martyrs, we will go to heaven" (ketika kami meninggal sebagai martir, kami akan menuju surga).

Lagu itu, diberi judul "Birds of Paradise" (burung-burung Surga), terlihat direkam oleh perusahaan produksi Jordania dan saluran televisi

Menurut salah satu pusat data paling komprehensif tentang grup teroris Islam, Proyek Investigasi Terorisme (IPT), lagu itu menjadi hit di Arab dan situs-situs online penjuru dunia. Tak hanya itu, penampilan anak-anak itu dengan cepat mengubah mereka menjadi grup anak-anak paling populer di dunia Arab.

Dalam klip video yang bisa diakses di situs berbagi video populer, seorang gadis cilik bermata coklat bernyanyi di depan sekelompok anak-anak dalam usia awal sekolah dengan lirik "tanpa Palestina, apalah arti masa kanak-kanak".

Video itu juga membuat YouTube menerima puluhan video remake dan olok-olok, beberapa diantaranya misal, menggambarkan anak-anak Arab menirukan lirik lagu, sementara video lain menampilkan para pelaku Jihad beraksi dengan lagu tersebut sebagai musik latar.

Seorang kuli tinta dari harian Al Jazirah, Fawzia Nasir al-Naeem, menulis  bahwa "Birds of Paradise" kini menjadi salah satu lagu paduan suara anak-anak di dunia Arab yang paling luas didistribusikan. Sepertinya lagu itu pun telah melintasi samudra menuju Kanada dan Inggris.

Ia juga menambahkan, grup paduan suara itu mewakili gerakan baru menentang indoktrinasi Jihad terhadap kaum muda, mengingatnya kegiatannya sangat ramah terhadap anak. Gerakan itu dimaksudkan untuk menentang progam para Jihadis terdahulu yang pernah ada.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Haaretz
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...