Dua Tentara Inggris Kembali Tewas di Afghanistan

Rabu, 16 Juni 2010, 19:01 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL--Dua tentara Inggris kembali menjadi korban. Kedua personel dari Batalyon The Duke Resimen Lancaster itu telah ditembak mati dalam sebuah insiden di Afghanistan.

Peristiwa tersebut terjadi saat mereka berpatroli di wilayah Nad Ali, Provinsi Helmand, Selasa (15/6). Keluarga dekat kedua korban telah diberi tahu tentang peristiwa tersebut.

Kematian mereka menambah deretan panjang pasukan Inggris yang tewas di Afganistan. Sejak 2001 sudah tercatat 298 korban tewas di pihak tentara Inggris.

Kematian mereka menyusul pasukan Inggris lainnya dari Royal Marine dari Komando 40 yang tewas di rumah sakit Inggris akibat mengalami luka-luka. Letnan Kolonel James Carr-Smith, juru bicara Satuan Tugas Helmand, mengatakan, kedua tentara itu bagian dari patroli keamanan yang terlibat dalam operasi untuk meningkatkan kebebasan menjalani aktivitas bagi warga lokal di Nad Ali.

Saat itu, mereka dibunuh dengan senjata api berukuran kecil. Meski begitu, Inggris merasa kagum atas keberanian pasukannya di Afghanistan. "Keberanian dan kegagahan mereka dalam menghadapi bahaya tidak akan terlupakan,” ujar Carr-Smith, seperti diberitakan media Inggris.

"Mereka gugur dalam melaksanakan tugas, di antara rekan-rekan mereka saat meningkatkan kehidupan warga Afghanistan biasa. Kami akan mengingat mereka," tuturnya.

Redaktur: Arif Supriyono
Reporter: c26
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang. (HR Muslim)
FIRDAUS SAAD, Senin, 8 November 2010, 09:29

Inggris merasa kagum atas keberanian pasukannya di Afghanistan. "Keberanian dan kegagahan mereka dalam menghadapi bahaya tidak akan terlupakan,” ujar Carr-Smith, seperti diberitakan media Inggris. So... Cepat pulang dan "Bersyahadat". Mujadihin rindu Syahid. bila tidak, Afganistan akan menjadi Neraka buat mu.

Balas
culun, Rabu, 25 Agustus 2010, 21:45

Alhamdulillahi robbil 'alamin....

Balas
Afgan, Rabu, 16 Juni 2010, 17:46

Syukurlah tentara inggris banyak yang mati, semoga tentara2 penjajah lainnya lebih banyak lagi yang mati. Viva rakyat Afganistan melawan penjajah.

Balas
nasir hakam, Rabu, 16 Juni 2010, 16:45

apapun namanya tentara asing di afganistan adalah penjajah atas negeri muslim. mereka pasti kalah oleh pejuang afgan.

Balas
abu muhammad al kathiry, Rabu, 16 Juni 2010, 16:23

uni sovyet saja yang jauh lebih hebat di banding inggris, tidak pernah menang di afganistan. dan harus pulang dengan MALU..

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...