Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Mengenal Unit 13, Pasukan Pembantai Relawan di Mavi Marmara

Sabtu 05 Juni 2010 09:10 WIB

Red: irf

Seorang relawan memberi kesaksian soal detik-detik menjelang pembantaian di Mavi Marmara

Seorang relawan memberi kesaksian soal detik-detik menjelang pembantaian di Mavi Marmara

Foto: ap

REPUBLIKA.CO.ID, ALMAJD--Pasukan yang mendapat tugas khusus untuk membantai para relawan di Kapal Mavi Marmara adalah pasukan yang disebut Unit 13. Merek adalah pasukan khusus angkatan laut Zionis dan termasuk salah satu dari tiga pasukan khusus Israel terpenting –--di samping unit pengintai dari angkatan bersenjata umum dan pasukan khusus angkatan udara Zionis. Unit ini merupakan bagian dari angkatan laut Zionis. Berikut adalah profil Unit 13 milik Israel.

Perjalanan Unit 13

  • Unit ini dibentuk terutama untuk melaksanakan operasi khusus di laut, mirip dengan apa yang terjadi di daratan.
  • Unit ini didirikan tahun 1949 sebagai batalyon luar Haganah selama pecah perang pada tahun 1948. Awalnya unit ini memiliki anggaran dan persiapan yang rendah. Di mana anggotanya tidak mendapatkan pelatihan yang cukup yang menyebabkan banyak mengalami kegagalan dalam sejumlah tugas yang dipercayakan kepadanya.
  • Pada tahun 1970-an unit ini dibangun kembali dengan fokus pada pelatihan anggotanya dengan baik dan membekali mereka dengan keterampilan operasi di laut, di samping pengetahuan keterampilan tertentu dalam operasi di darat.
  • Pada tahun 1979, Ami Ayalon, diangkat sebagai komandan unit ini. Dia melakukan penataan dan pengaturan kembali Unit 13 di samping meningkatkan kecepatan pelatihan di unit ini, seperti pada unit-unit lainnya dalam pasukan khusus Zionis. Dengan menyelesaikan pelatihan, kekuatan dan kesiapan unit ini menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
  • Pada akhir tahun 1980 anggota unit ini menyadari bahwa militer tidak memanfaatkan semua potensi unit ini dan tidak memberikannya perhatian dengan kadar yang semestinya, sehingga mendorong para perwira unit ini pindah ke pasukan-pasukan khusus lainya yang baru dibentuk dengan posisi baru yang lebih tinggi.
  • Dalam beberapa tahun terakhir, difokuskan pada pelatihan keterampilan angkatan darat pada unit ini dan pelaksanaan operasi darat khusus di samping melaksanakan tugas khusus kelautan. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pasukan khusus yang terbaik di Israel di samping reputasinya yang baik di kalangan Zionis.

Tahap Pelatihan

  1. Pelatihan unit ini berlangsung selama 20 bulan dan merupakan pelatihan paling keras dibandingkan dengan pelatihan pasukan pertahanan Israel (IDF). Pelatihan mereka ini meliputi tahapan sebagai berikut:
  2. Para peserta latihan menghabiskan enam bulan menjalani latihan pasukan infanteri biasa bersama unit-unit pasukan militer biasa.
  3. Selama 3 minggu menjalani latihan parasut di sekolah pasukan pertahanan Zionis (IDF).
  4. Selama 3 bulan menjalami pelatihan pasukan infanteri lanjutan, berupa latihan menggunakan senjata ringan, peralatan laut, mengendarai perahu dan kapal perang serta memasang bom.
  5. Pelatihan menyelam advance selama 4 pekan. Selama itu mereka berlatih menyelam, perang di laut, begaimana menahan dingin dan bagaimana bisa meloloskan diri dari kondisi yang mematikan seperti meningkatnya tekanan.
  6. Pelatihan khusus: latihan ini berlangsung selama beberapa tahun yang secara umum fokus pada pelatihan operasi laut dan latihan khusus yang diperlukan untuk melaksanakan fungsinya.

Setelah pelatihan ini anggota unit dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Pasukan penyerang udara: bisa di laut atau di darat, di samping melakukan aksi infiltrasi, pembunuhan dan operasi laut untuk menyelamatkan para sandera.
  2. Pasukan di bawah air: melakukan semua operasi di bawah air, seperti mengamankan pantai sebelum melabuh dan menyerang kapal-kapal.
  3. Pasukan di atas air: sebagai pasukan untuk menghadang kapal-kapal dan menyerang pantai.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Istana Ini Kini Menjadi Museum

Rabu , 24 Januari 2018, 09:15 WIB