Minggu, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penertiban Prostitusi di Cina Jaring 1.100 Tersangka

Sabtu, 15 Mei 2010, 06:41 WIB
Komentar : 0
life.com
ilustrasi
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING--Barangkali, inilah operasi penertiban prostitusi terbesar di dunia. Selama sebulan, mereka berhasil menjaring 1.100 tersangka yang diduga terkait dengan jaringan prostitusi di Cina.

Selama sebulan operasi, puluhan klub malam high-end dan bar serta karaoke remang-remang ditutup. Selain itu,  250 salon yang "berperan ganda" juga ditutup.

"Pelanggan biasanya warga kaya dan mereka membayar paling sedikit 20.000 yuan untuk keanggotaan dan kemudian mereka akan memenuhi persyaratan untuk pelayanan khusus," tulis China Daily.

Menurut seorang pejabat kepolisian, prostitusi di Cina umumnya dikelola oleh sebuah jaringan gangster. Setelah 30 tahun booming ekonomi di Cina, prostitusi turut tumbuh subur di negeri padat penduduk ini.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : TST
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...