Ada Dugaan NATO Bunuh Sipil di Afghanistan
Rabu, 09 Desember 2009 04:29 WIB
KABUL--Pemerintah Afghanistan Selasa (8/12) mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan bersama dengan NATO mengenai dugaan bahwa tentara asing membunuh penduduk sipil dalam operasi melawan Taliban.
Tuduhan-tuduhan itu terjadi setelah satu operasi yang dilakukan oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO, semalam di provinsi Laghman timur.
Puluhan orang berdemonstrasi di kota Laghman, menuduh pasukan koalisi membunuh 12 penduduk sipil, kata para saksi mata.
"Berdasarkan informasi awal yang mereka berikan kepada kami, sejumlah musuh telah disingkirkan, namun sayangnya kami juga mendapatkan laporan-laporan bahwa beberapa penduduk sipil juga tewas," kata juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, Zemarai Bashary.
"Menteri dalam negeri, bersama dengan Jenderal (Stanley) McChrystal komandan ISAF, telah membentuk delegasi komisi bersama untuk menyelidiki masalah serius ini," kata juru bicara itu kepada wartawan di Kabul.
Delegasi dipimpin oleh Gubernur Laghman, Lutfullah Mashal. Dia mengatakan bahwa 'masalah itu kini sedang diselidiki secara serius dan penemuan-penemuan dari laporan akan kami sampaikan kepada anda secepatnya.'
Seorang juru bicara ISAF mengatakan kepada AFP sebelumnya, militer tak menyadari kalau ada korban dari kalangan sipil.
Sayed Ahmad Safi, juru bicara Gubernur Mashal, mengatakan 12 orang tewas namun tidak memberikan identitas mereka. "Patut disesalkan bahwa di antara penduduk sipil yang tewas termasuk seorang wanita. Kami menyelidiki berapa banyak jumlah yang tewas dari Taliban, dan berapa dari penduduk sipil," katanya kepada AFP melalui telepon dari provinsi itu. ant/afp/taq
Tuduhan-tuduhan itu terjadi setelah satu operasi yang dilakukan oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO, semalam di provinsi Laghman timur.
Puluhan orang berdemonstrasi di kota Laghman, menuduh pasukan koalisi membunuh 12 penduduk sipil, kata para saksi mata.
"Berdasarkan informasi awal yang mereka berikan kepada kami, sejumlah musuh telah disingkirkan, namun sayangnya kami juga mendapatkan laporan-laporan bahwa beberapa penduduk sipil juga tewas," kata juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, Zemarai Bashary.
"Menteri dalam negeri, bersama dengan Jenderal (Stanley) McChrystal komandan ISAF, telah membentuk delegasi komisi bersama untuk menyelidiki masalah serius ini," kata juru bicara itu kepada wartawan di Kabul.
Delegasi dipimpin oleh Gubernur Laghman, Lutfullah Mashal. Dia mengatakan bahwa 'masalah itu kini sedang diselidiki secara serius dan penemuan-penemuan dari laporan akan kami sampaikan kepada anda secepatnya.'
Seorang juru bicara ISAF mengatakan kepada AFP sebelumnya, militer tak menyadari kalau ada korban dari kalangan sipil.
Sayed Ahmad Safi, juru bicara Gubernur Mashal, mengatakan 12 orang tewas namun tidak memberikan identitas mereka. "Patut disesalkan bahwa di antara penduduk sipil yang tewas termasuk seorang wanita. Kami menyelidiki berapa banyak jumlah yang tewas dari Taliban, dan berapa dari penduduk sipil," katanya kepada AFP melalui telepon dari provinsi itu. ant/afp/taq
45 reads
Isi Komentar





Memang pembunuhan sipil bisa disesalkan, tetapi orang Afghanistan tidak bisa menyalahkan NATo begitu saja sebab kadangkala Taliban berbaju sipil. Mereka harus berterima kasih kepada Amerika dan NATo menyelamatkan mereka dari Taliban. Sampai sekarang para politikus dan kepala suku Afghan masih biadab dalam kebebasan ber
Balas