Siti Musdah Raih Women of The Year

Minggu, 29 November 2009, 17:47 WIB
Siti Musdah Raih <i>Women of The Year</i>
Berita Terkait
LONDON--Prof. Dr. Siti Musdah Mulia terpilih sebagai Women of the Year 2009 pada Il Premio Internazionale La Donna Dell `Anno (International Prize for the Woman of the Year) 2009 yang berlangsung di Saint-Vincent, Italia, Jumat malam.
Siti Musdah Mulia menyisihkan dua finalis lain dari Maroko, Aiche Ech Channa dan dari Afganistan, Mary Akrami, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Ia mengatakan, upacara penyerahan hadiah diadakan di Hotel Grand Billia, Saint Vincent, Aosta, dihadiri sekitar 200 undangan dan wartawan. KBRI Roma diwakili oleh Wakeppri, Yuwono Agus Putranto

Ketiga finalis terpilih melalui seleksi ketat atas 36 calon dari 27 negara. Semua calon adalah tokoh perempuan yang diakui kiprah dan kompetensi dalam profesinya serta telah memberikan sumbangan nyata pada upaya pemberdayaan perempuan.

Seleksi dan penganugerahan penghargaan internasional ini bertujuan mendorong perluasan kesempatan pendidikan dan peluang kerja bagi kaum perempuan untuk meraih posisi strategis di berbagai bidang.

Selain mengakui kontribusi perempuan di bidang produksi, pariwisata, politik, seni dan komunikasi, menumbuhkan kesadaran komunitas internasional dalam rangka menuju pembangunan dan demokrasi. Penghargaan itu juga bertujuan menciptakan budaya damai dan solidaritas sosial berdasarkan hak-hak asasi manusia.

Ketua Dewan Juri Prof. Umberto Veronesi dari Universitas Milan memilih Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, kelahiran Bone tahun 1958, karena dinilai gigih memperjuangkan kesetaraan gender, menentang semua bentuk diskriminasi serta mempromosikan demokrasi.

Siti Musdah Mulia juga dikenal sebagai teolog dan ahli hukum yang terbuka pada tradisi multikulturalisme, dan aktif dalam dialog antar agama. Menurut Musurifun Lajawa, sebelum pemilihan para finalis diwawancarai di atas panggung mengenai kegiatannya di negara masing-masing. Dewan juri terdiri dari para pakar di bidang sains, ekonomi, politik, komunikasi, dan diplomasi.

The International Prize for the Women of the Year dibentuk tahun 1998 oleh Regional Council of Aosta Valley bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Italia, Pemerintah Aosta Valley, dan Soroptimist International Club Valle d'Aosta. Penghargaan juga ini mendapat pengakuan dari Presiden Republik Italia.  ant/ahi
Redaktur:
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Orang yang sedang ihram boleh mencium wewangian, bercermin, dan berobat dengan apa yang biasa ia makan seperti minyak dan samin."(HR Bukhari)
Rakhmadi, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Dagelan vatikan tu.

Balas
iwan ajah, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

dia terpilih karena berhasil merusak islam, itu kan yang disenengi oleh barat.

Balas
Rery R Putra, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Mereka selalu memilih syetan yang menyamar......(selalu begitu). Awas jangan tertipu.....

Balas
saeful, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

itu biasa supaya lebih diagungkan saja.
dan saya yakin nanti juga dia akan menyesal sudah menyesatkan umatnya.

Balas
Manung, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

dari komentar yang masuk .... aku jadi prihatin ... mudah2an professor dapat hidayah ....

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...