BEIRUT--Kabinet baru Lebanon menyetujui satu pernyataan kebijakan yang mengakui hak Hizbullah untuk menggunakan senjata terhadap Israel walaupun sejumlah anggota mayoritas yang berkuasa tidak setuju.
Menteri Informasi Tarek Mitri Rabu malam setelah satu komite kabinet dibentuk untuk menyusun pernyataan bertemu untuk kesembilan kalinya mengatakan satu persetujuan telah dicapai.
Ia mengatakan pernyataan baru itu akan mempertahankan pasal yang sama yang disetujui oleh kabinet terdahulu menyangkut persenjataan Hizbullah, yang terlibat dalam perang yang menghancurkan dengan Israel tahun 2006 dan dianggap satu organisasi teroris oleh Washington.
Ketentuan itu menyatakan hak "Lebanon, pemerintahnya, rakyatnya, tentaranya dan perlawanannya" untuk membebaskan seluruh wilayah Lebanon. Hizbullah biasanya mengacu sebagai gerakan perlawanan di Lebanon.
Mitri mengatakan keberatan-keberatan menyangkut ketentuan itu datang dari mayoritas dukungan Barat akan dicatat dalam program pemerintah.
Para anggota Kristen dari kelompok mayoritas itu, termasuk Partai Phalange dan Pasukan Lebanon, menyatakan persenjataan Hizbullah merusak wewenang negara dan bertentang dengan resolusi-resolusi PBB.
Akan tetapi partai Syiah, yang memiliki dua menteri dalam kabinet persatuan yang beranggotakan 30 menteri , menegaskan bahwa senjata-senjatanya tidak terbuka untuk didiskusikan.
Partai itu berpendapat senjata-senjatanya diperlukan untuk melindungi negara terhadap agresi Israel di masa mendatang. Israel menarik mundur pasukannya dari Lebanon selatan tahun 2000 setelah 22 tahun mendudukinya.
Kabinet baru Lebanon dipimpin Perdana Menteri Saad Hariri, yang aliansi dukungan Barat dan AS mengalahkan oposisi yang didukung Suriah dan Iran dalam pemilu Juni lalu. ant/afp/taq