Presiden Brazil Tuntut Pembekuan Permukiman Israel

Presiden Brazil Tuntut Pembekuan Permukiman Israel

Sabtu, 21 November 2009 18:55 WIB
SALVADOR--Perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina harus berhenti dengan segera. Seruan itu dikemukakan Presiden Brazil Luiz Inacio da Silva setelah bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas, kemarin.
"Perluasan permukiman di Tepi Barat harus dibekukan. Perbatasan negara Palestina pada masa depan harus dilindungi, dan kebebasan pergerakan perlu dijamin di wilayah yang diduduki," tegas Lula.

Abbas meminta Lula, yang pekan lalu bertemu dengan Presiden Israel Shimon Peres, untuk memainkan peran yang lebih besar dalam upaya internasional untuk mencapai perjanjian mengenai perdamaian Timur Tengah.
"Kami menghargai anda, Presiden Lula, kami ingin anda memiliki peran, dan anda siap untuk itu," katanya. Ia menambahkan bahwa dunia dapat memperoleh keuntungan dari pengaruh Brazil di kawasan tersebut.

Lula bertemu dengan Abbas di kota Salvador di bagian timur laut Brazil selama dua jam. Keduanya membicarakan proses perdamaian Timur Tengah yang telah lama macet dan jalan ke depan bagi wilayah Palestina. "Proses perdamaian itu akan beruntung dari sumbangan negara lain ketimbang dari negara yang secara tradisional telah terlibat dalam upaya pembicaraan tersebut," tutur Lula.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Brazil telah menunjukkan ambisi untuk memainkan peran dalam urusan Timur Tengah ketika negara itu berusaha untuk meningkatkan penampilan internasionalnya guna menyesuaikan dengan kondisi ekonominya yang makin meningkat. Setelah Peres dan Abbas, Lula diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Iran, Mahmoud Ahamdinejad, sebagai bagian dari kesibukan pembicaraan dengan para pemimpin Timur Tengah. Abbas dijadwalkan mengunjungi Argentina, Ahad, untuk bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Cristia Kirchner. Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Brazil menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas pengumuman Israel untuk membangun ratusan rumah baru di permukiman Jerusalem timur. ant/irf
Redaktur:


49 reads

Junet Kaswoto, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

ayo bantu terus Palestina, mana pemimpin yang lain?...

Balas
deni koerniawan, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Palestina hanya bisa bebas merdeka dengan jihad dan perlawanan bukan dengan perundingan atau ngomong lobi sana-sini....

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda