Sabtu , 03 January 2009, 17:26 WIB

MA Israel Bolehkan Wartawan Masuk Gaza

Red:
JERUSALEM -- Mahkamah agung Israel Jumat minta negara itu untuk membolehkan wartawan asing masuk ke Jalur Gaza, tapi tidak ada wartawan pergi di tengah perselisihan pendapat antara kelompok pers asing dan pemerintah Israel. Kementerian pertahanan Israel menutup Gaza ketika negara itu melancarkan serangan udara Sabtu lalu.

Perhimpunan Pers Asing (FPA) untuk Israel dan wilayah Palestina, yang telah melancarkan petisi, mengatakan pengadilan telah minta negara itu untuk membolehkan kelompok pertama dari delapan wartawan masuk ke wilayah yang diperintah-Hamas itu. Namun tidak ada wartawan yang masuk Jumat setelah FPA berkeberatan dengan permintaan pemerintah Israel bahwa pemerintah itu memilih dua dari kedelapan wartawan yang diperbolehkan masuk. FPA mengatakan mereka "kaget" dengan permintaan itu.

Pengadilan telah memutuskan wartawan akan diberbolehkan masuk dalam kelompok delapan hingga 12 orang pada masa depan, kata pernyataan FPA.

Israel telah melarang wartawan masuk Gaza setelah negara itu melancarkan serangan udara besar-besarannya, membatasi liputan di dalam wilayah kantong itu pada wartawan dan jurufoto lokal.

FPA, yang mewakili wartawan dari semua media asing, menyambut baik keputusan untuk membolehkan masuk wartawan asing, tapi juga minta pembukaan tetap perlintasan ke Gaza bagi wartawan. "Kami yakin pemerintah Israel akan mejamin akses tak terkekang bagi media dunia ke Gaza pada saat krisis ini," katanya.

Seorang menteri senior Israel mengecam keputusan itu, dengan mengatakan Israel memiliki hak untuk mencegah wartawan "mengekspos dunia terhadap propaganda teroris". "Kita jangan membolehkan pers intenasional membuka kantor hubungan masyarakat untuk teroris," Menteri Pariwisata dan Industri Eli Yishai dalam satu pernyataan. ant/afp/is
TAG

Berita Terkait