Thursday, 6 Muharram 1436 / 30 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di Badan Pertanahan

Friday, 11 February 2011, 20:03 WIB
Komentar : 0
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Joyo Winoto
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Joyo Winoto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Forum Anti Korupsi dan Advokasi Pertanahan (Fakta), Jumat (11/2), mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Mereka melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Joyo Winoto.

Menurut Ketua Fakta, Anhar Nasution, selama kurun waktu enam tahun terakhir BPN dipimpin oleh Joyo Winoto. Dengan program dan janji-janjinya, diduga telah melakukan penipuan terhadap rakyat dengan menjanjikan jutaan hektare tanah. "Presiden RI pun terkagum-kagum dengan janji-janji manisnya itu," ujarnya.

Menurutnya, pada 2008 lalu, Joyo telah mengakui telah menyerahkan sertifikat tanah sebanyak 4.627.039 bidang kepada masyarakat kurang mampu dan telah menyelesaikan lebih dari 3.400 kasus-kasus pertanahan. "Namun, hingga saat ini belum ada rakyat yang menerima satu meter tanah pun," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya menuntut KPK untuk mengusut dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala BPN RI tersebut. Karena, ia diduga telah mengambil hak tanah yang seharusnya di berikan kepada rakyat.

Selain melaporkan dugaan korupsi tersebut, simpatisan Fakta juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK. Mereka berharap bisa dipertemukan dengan Ketua KPK, Busryo Muqoddas. Namun, mereka tidak dapat bertemu dan akhirnya membubarkan diri pada sore harinya.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Djibril Muhammad
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...