Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Terancam Hukuman Mati, TKW Walfrida Soik Perlu Didampingi

Selasa, 11 Januari 2011, 20:41 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG--Pemerintah harus mendampingi Walfrida Soik (17), Tenaga Kerja Wanita asal Desa Raimanus Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang saat ini berada di Penjara Pengkalan Cepa, Kota Bharu, dalam proses hukum yang dijalani.

Pimpinan Divisi Advokasi Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT, Jan Pieter Windy, di Kupang, Selasa, mengatakan, pendampingan itu penting dilakukan karena Walfrida terancam hukuman mati di Pasir Mas, Kelantan-Malaysia setelah disangkakan terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap majikannya di Malaysia.

"Walfrida Soik yang sedang mengalami gangguan jiwa/mental setelah menjadi korban perdagangan orang (trafficking) yang dilakukan oleh Agensi Pekerjaan AP Master/Lenny Enterprise bekerjasama dengan para makelar agensi pekerja di daerah," katanya.

Ia mengatakan Walfrida dibawa oleh Agensi Pekerjaan Master dari Belu-Nusa Tenggara Timur ke Malaysia ketika Indonesia sedang melakukan Moratorium atau penghentian pengiriman Penata Laksana Rumah tangga (PLRT) ke Malaysia sehingga belum diperbolehkan pengiriaman TKI/TKW ke Malaysia.

"Buah hati dari pasangan Ricardus Mau dan dan Maria Kolo diduga keras menderita gangguan jiwa/mental, akibat sering disiksa saat berada dalam penampungan AP Master," katanya.

Walaupun warga RT/RW 01/01 Fatutico, RaiManuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur itu menderita gangguan kejiwaan, AP Master tetap menempatkan Walfrida untuk menjadi PLRT yang bertugas menjaga orang sakit (Parkinson) yang baru saja menjalani operasi bedah otak.

Berdasarkan sejumlah hal tersebut, PIAR sebagai Lembaga Pengembang Inisiatif dan Advokasi Rakyat pimpinan Sarah Lery Mboik yang juga anggota DPD RI itu meminta Pemerintah Nusa Tenggara Timur dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia untuk melakukan pendampingan.
Selain itu, Pemerintah Nusa Tenggara Timur harus memfasilitasi dan melakukan komunikasi dengan orang tua Walfrida Soik untuk menempuh langkah-langkah hukum yang berkeadilan dan mengupayakan langkah politik demi pembelaan hak Walfrida Soik selaku Warga Negara Indonesia yang dikorbankan.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Ant
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar